Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Pembunuh Wartawati Noerbaety Tertangkap, Pelaku Ngaku Nusuk Pakai Pisau yang Harganya Rp 5000

Pembunuh Wartawati Noerbaety Tertangkap, Pelaku Ngaku Nusuk Pakai Pisau yang Harganya Rp 5000

nurbaety-wartawan_20150719_132443

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawati Noerbaety Rofiq (44) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Gaperi, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7).

Polres Kota Depok (Polresta) bersama tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya berhasil membekuk pembunuh Noerbaety. Adapun terduga pembunuh total berjumlah empat orang. Tiga terduga pelaku, yakni Syarifudin, 20 tahun, Hafif (22), dan M. Pujono (22) dibekuk di rumah masing-masing di kawasan Bojonggede, Depok. Sementara Satu lagi otak pembunuhan D, 25 tahun, masih buron.

“Mereka mengambil 4 handphone korban, kamera SLR dan 1 laptop milik korban serta uang Rp 200 ribu. Sejak awal niat pelaku adalah merampok,” ujar Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Dwiyono seperti dilansir sebuah media online.

Sementara itu Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho seperi dilansir media online menjelaskan mengenai peran keempat tersangka, yang merupakan pekerja bangunan di samping rumah Nurbaety.

D, ujar Teguh, memetakan rumah Nurbaety, sedangkan tiga tersangka pembunuh lainnya membantu pencurian dan pembunuhan. Sejak pagi D telah mengintai rumah Nurbaety dan menunggu waktu sahur. Namun saat mereka masuk ke dalam rumah, ternyata Nurbaety masih terjaga. D sempat berduel dengan Nurbaety.

Begitu tahu ada perkelahian, Hafif langsung menikam Nurbaety, yang sudah tersungkur karena didorong D. “D yang mengikat dan menggorok korban,” ucap Teguh.

Menurut Teguh, ketiga tersangka sempat datang kembali ke rumah Nurbaety pada 15 Juli 2015. Di situ muncul kecurigaan kami. Karena mereka beralasan mengambil barang yang tertinggal, padahal tidak ada.

Sementara itu menurut pengakuan Hafit, dirinya menusuk korban sebanyak sembilan kali dengan pisau yang memang disiapkan. Pisau itu dibeli di Pasar Citayam seharga Rp 5.000. Pisau itu sengaja disiapkan untuk berjaga-jaga karena di kompleks itu kan ramai.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...