Home / Berita / Pemeriksaan Gubernur Gatot dilanjutkan Besok, Evy dijadwalkan Senin

Pemeriksaan Gubernur Gatot dilanjutkan Besok, Evy dijadwalkan Senin

Gubernur Gatot Pujo Nugroho dan Razman
Gubernur Gatot Pujo Nugroho dan Razman

Jakarta –  telah diperiksa selama hampir 12 jam, penyidik KPK sepertinya belum puas mendapatkan keterangan dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Pemeriksaan terhadap Gatot kembali dilanjutkan Jumat 24 Juli, mulai pukul 10.00 WIB.

Seyogyanya  pada hari yang sama KPK juga akan memeriksa Evy Susanti, istri kedua Gatot yang dianggap sebagai salah satu saksi kunci dalam kasus suap majelis hakim PTUN ini. Evy dikabarkan telah kembali dari Mekkah setelah melaksanakan Umrah. Namun pengacara Evy, Razman Arief Nasution,  Kami ini telah bermohon kepada KPK agar pemeriksaan itu ditunda sampai Senin  27 Juli.

“Saya hari ini datang ke KPK khusus untuk memberitahukan kalau Bu Evy baru bisa  datang ke KPK Senin 27 Juli, sekarang ada urusan keluarga,” kata Razman saat menyambang kantor KPK hari ini. KPK telah menerima permohonan tersebut, dan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Evy.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, mengatakan, untuk Gatot, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan pada jumat besok. Pemeriksaan itu merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang kemarin.

“Pemeriksaan terhadap Pak Gatot kemarin belum selesai dan akan dilanjutkan Jumat 23 Juli,” ujar Priharsa.

Sebagaimana informasi yang disampaikan Razman, Evy  berperan memberikan uang kepada Otto Cornelis Kaligis. Uang tersebut, lanjut Razman, berasal dari kocek Evy dan diberikan tanpa sepengetahuan Gatot. Pemberian uang tersebut karena inisiatif Evy berhubung Kaligis adalah kuasa hukum keluarga Gatot sejak dua tahun terakhir.

Razman mengatakan uang yang diberikan kepada Kaligis selalu dalam bentuk dolar. Namun Razman tidak mengetahui apakah dolar tersebut dalam mata uang Singapura atau Amerika Serikat.

“(Kaligis) asal berangkat ke Medan, minta uang pernah 5000 dolar, 10.000 dolar, 3000 dolar,” kata Razman. Namun ia membantah kalau uang itu digunakan untuk menyuap hakim PTUN Medan.

Pernyataan Razman ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan OC Kaligis. Dalam pemeriksaan sebelumnya, OC mengaku tidak mengenal Evy. “Saya tidak tahu siapa itu Evy,” katanya.

Penjelasan yang simpang siur ini membuat KPK masih harus bekerja keras mengungkap kasus suap hakim PTUN yang tertangkap tangan 7 Juli lalu.

Enam orang sudah dinyatakan tersangka dan ditahan dalam kasus ini, yaitu tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan,  OC Kaligis dan anak buahnya Gerry. ***

 

 

Baca Juga

Anies Dilaporkan karena Pidato Pribumi, Ini Kata Partai Pendukung

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri karena pidatonya yang ...