Home / Berita / Pemerintah India Beri Uang kepada Setiap Anak yang Buang Air Besar di Toilet

Pemerintah India Beri Uang kepada Setiap Anak yang Buang Air Besar di Toilet

Rel Kereta Api adalah salah satu tempat favorit orang India buang air besar.
Rel Kereta Api adalah salah satu tempat favorit orang India buang air besar.

Lazimnya di banyak negara, setiap orang yang mau menggunakan toilet umum  harus membayar  dalam jumlah tertentu, tapi berbeda  dengan India. Negara itu justru menerapkan kebijakan akan membayar siapapun yang mau menggunakan toilet umum. Kebijakan itu dilakukan agar kebiasaan warga India buang air besar di tempat terbuka harus segera diakhiri.

Untuk tahap awal, kebijakan ini berlaku bagi anak-anak. Skema ini dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan menggunakan toilet pada anak-anak dengan “membayar mereka untuk buang air besar”. Tujuanna, agar jumlah anak yang buang air besar  di ladang, semak-semak, tempat terbuka, di pinggir rel kereta api,  dan sungai harus segera dihentikan.

Kebiasaan buang air besar di tempat terbuka merupakan ancaman serius bagi kesehatan anak-anak, sebab  ada ratusan ribu anak yang meninggal setiap tahun karena penyebaran penyakit melalui kotoran manusia. Di India, hampir separuh dari populasi – lebih dari 590 juta orang – membuang air besar di area terbuka. Bagi banyak orang kebiasaan itu merupakan sebuah ritual, meskipun fasilitas publik sudah tersedia.

Kini, dewan kota Gujarati di negara bagian Ahmedabad telah mengeluarkan skema kebijakan memberikan uang kepada anak-anak untuk menggunakan toilet umum. Para juru kampanye berharap skema itu akan memperbaiki kondisi kesehatan para warga di negara yang setiap tahunnya sekitar 200.000 anak-anak tewas akibat diare.

Para warga yang tinggal di permukiman kumuh di Chandoliya di Ahmedabad misalnya, kerap menggunakan rel kereta untuk membuang air besar, terutama di pagi buta sebelum orang-orang memulai aktivitasnya. Pemerintah daerah setempat sebenarnya telah membangun toilet umum yang diberikan secara gratis kepada warga, namun mereka tidak mau menggunakannya. Alasannya, tidak terbiasa.

Seorang wanita India ke kebun untuk buang air besar.
Seorang wanita India ke kebun untuk buang air besar.

“Toilet yang kami bangun jadi kurang bermanfaat , karena tidak banyak warga yang mau buang air besar di tempat itu,” kata Anil Prajapati, kepala Organisasi Pembangunan Sanitasi Gujarat. Anehnya, ada kepercayaan di sejumlah orang, bahwa toilet itu dihuni  penyihir  yang sewaktu-waktu bisa  menculik manusia, terutama anak-anak.

Bahaya Buang Air Besar

Warga India tidak menyadari betapa bahayanya buang air besar di tempat terbuka. Ketika orang membuang air besar di area terbuka, lalat berterbangan di kotoran dan mereka membawanya di tubuh mereka. Lalat kemudian menempel di makanan. Kotoran manusia juga mengalir ke dalam mata air dan sungai kecil, mencemari air yang mungkin digunakan untuk minum atau mandi.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri dan cacing dapat menyebarkan penyakit, menyebabkan sakit dan kurang gizi. Infeksi yang berasal dari feses juga menyebabkan perkembangan hampir separuh anak-anak di bawah umur lima tahun di India di bawah rata-rata.

Untuk itu pejabat kesehatan di Dewan Kota Ahmedabad memiliki ide untuk melakukan pendekatan baru guna mendorong penduduk menggunakan toilet umum. “Kami memiliki 320 toilet umum dan kami tidak akan memunggut biaya dari 143 toilet,” kata Dr Bhavin Solanki.

Mereka juga telah  memantau sejumlah anak-anak yang masih membuang air besar di tempat terbuka persis di depan toilet umum yang memungut biaya. “Jadi kami menyadari kami harus mengenalkan skema baru. Kami akan memberikan satu rupee kepada anak-anak per hari, atau kami memberikan mereka coklat untuk mendorong mereka untuk menggunakan toilet,” tambah Bhavin.

Kondisi rumah juga menjadi penghalang warga India untuk menggunakan toilet secara khusus. Kebanyakan rumah warga di desa berukuran kecil sehingga mereka merasa tidak perlu untuk membangun toilet di rumah.

“Lihat ukuran rumah saya. Di mana kami punya tempat untuk membangun sebuah toilet?” kata Bhumi, salah seorang ibu rumah tangga di negara itu yang anaknya mendapat bantuan dana untuk menggunakan toilet umum. Putrinya mendapatkan satu rupee setiap dia menggunakan sebuah toilet publik. Kunjungannya ke toilet publik akan dicatat dalam sebuah kartu dan dia akan menerima uang pada akhir bulan.

“Toilet itu baik,” katanya. “Saya akan menggunakan uang yang saya dapat untuk sekolah anak saya.”

Sejalan dengan kebijakan itu, Dewan Kota memiliki rencana untuk meningkatkan proyek tersebut dan kemungkinan akan mulai membayar orang dewasa untuk menggunakan toilet umum. “Idenya adalah untuk memberikan pemahaman bahwa kebiasaan baik Anda akan diberikan penghargaan,” jelas D Thara, komisioner Perusahaan Daerah Ahmedebad.

Toilet umum di India menyediakan petugas untuk memberi uang kepada setiap anak  yang buang air besar di tempat itu.
Toilet umum di India menyediakan petugas untuk memberi uang kepada setiap anak yang buang air besar di tempat itu.

“Sekali anak-anak mulai menggunakan toilet, maka orang dewasa tidak akan melakukan (membuang air besar di tempat terbuka) lagi. Anak-anak dengan sendirinya akan menjadi motivator.” Tetapi warga di bagian kota lainnya mengatakan tidak akan mudah meyakinkan mereka untuk berubah.

Mereka mengatakan toilet tidak selalu bersih dan anak-anak mereka seringkali tidak jadi masuk ke dalam fasilitas umum itu karena sejumlah orang terlalu banyak menggunakan air.

Tujuan ambisius

Membuang air besar di tempat terbuka juga mempengaruhi sektor pendidikan, pendapatan, keselamatan dan kehormatan perempuan. “Tidak aman bagi perempuan untuk pergi ke toilet terbuka,” kata Prajapati. “Ketika mereka pergi di malam hari, segala sesuatu dapat terjadi. Ini yang terjadi di sejumlah tempat India. Kami ini ingin menghentikannya.”

Perdana Menteri Narendra Modi telah menetapkan prioritas untuk mengurangi kebiasaan membuang air besar di tempat terbuka di India dan menginginkan agar setiap rumah memiliki toilet pada 2019 mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, India telah menerapkan kampanye sanitasi yang didanai secara penuh, tetapi hanya beberapa yang terlaksana. Sejumlah juru kampanye mengatakan membangun toilet tidak cukup dan yang paling dibutuhkan adalah pembentukan perilaku.

Tetapi orang-orang yang berada di balik skema ini berharap pendekatan alternatif mereka dapat menjadi langkah yang penting untuk mengakhiri kebiasaan membuang air besar di tempat terbuka di India. – BBC

Baca Juga

RI Bakal Dibanjiri Impor Bila Barang Masuk Lewat Bandara Tanpa Pajak

Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan, penerapan bea masuk dan ...