Home / Berita / Pemilihan Ketua Umum MUI Ditentukan Tim Formatur, Presiden Jokowi Pastikan Hadir

Pemilihan Ketua Umum MUI Ditentukan Tim Formatur, Presiden Jokowi Pastikan Hadir

munas MUI

Pemilihan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan ditentukan oleh tim formatur yang anggotanya dipilih melalui mekanisme yang berlaku di peraturan Musyawarah Nasional IX MUI 2015. “Seorang ketua umum dipilih berdasarkan kesepakatan tim formatur terpilih,” ujar Ketua Panitia Lokal Munas IX MUI 2015 KH Abdusshomad Buchori di Surabaya, Selasa.

Para anggota tim formatur, kata dia, akan diisi oleh 15-17 anggota yang dipilih berdasarkan perwakilan wilayah dan sejumlah pengurus demisioner dari MUI Pusat periode sebelumnya.

Sejumlah nama yang akan duduk di tim formatur antara lain ketua umum demisioner, wakil ketua umum demisioner, sekretaris jenderal demisioner, penasihat, perwakilan MUI antarwilayah, dan perwakilan organisasi masyarakat, terutama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Ia menjelaskan, nama-nama yang dipercaya duduk sebagai anggota tim formatur merupakan utusan setelah melalui kesepakatan masing-masing unsur.

“Semisal di unsur MUI antarwilayah, kebetulan Jatim yang ada di wilayah IV bersama tiga provinsi lainnya sepakat memilih satu nama untuk duduk di tim formatur. Nah, nanti semua unsur mewakili satu nama juga dan diplenokan dalam sidang,” ujarnya.

MUI Jatim, kata dia, berada di wilayah IV bersama Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Khusus wilayah IV, kami belum memastikan namanya karena akan ditentukan di sela tahapan Munas nanti,” kata Abdusshomad  yang juga Ketua MUI Jatim tersebut.

Kendati akan dipilih oleh tim formatur, panitia menolak istilah “Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” untuk penyebutan proses pemilihan ketua umum meski sama-sama menggunakan sistem musyarawah mufakat sebagaimana pada proses pemilihan Rais Aam di Muktamar NU awal Agustus 2015.

“Tidak ada istilah AHWA atau istilah lainnya. Di MUI tak mengenal penyebutan istilah itu, meski pengertiannya sama yakni musyawarah mufakat,” katanya. Kata AHWA menjadi istilah populer pada Muktamar ke-33 NU lalu karena menjadi perdebatan hingga menimbulkan pro dan kontra di tubuh peserta muktamar.

Pelaksanaan Munas IX MUI diselenggarakan di Garden Palace Surabaya, Jalan Yos Sudarso pada 24-27 Agustus 2015, dengan agenda utama memilih pengurus dan ketua umum periode lima tahun ke depan.  Presiden Joko Widodo akan menghadiri Munas itu. Selasa pagi ini Ia dijadwalkan bertolak menuju Surabaya dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selain membuka Munas MUI di Surabaya, Presiden juga dijadwalkan berkunjung ke Sidoardjo. Presiden dan rombongan dijadwalkan tiba kembali di Jakarta pada Selasa sore.- ant

 

Baca Juga

Tol Cisumdawu Tembus Bukit Ditarget Nyambung April 2019

Bandung – Pemprov Jabar menargetkan pembangunan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ...