Home / Berita / Ibu Kota / Pemprov DKI Dapat Tambahan PAD dari Denda Derek Liar sebesar Rp 2,17 Miliar

Pemprov DKI Dapat Tambahan PAD dari Denda Derek Liar sebesar Rp 2,17 Miliar

parkir liar

Pemprov DKI menerapkan denda parkir liar sebesar Rp 500 ribu untuk mobil yang parkir sembarangan. Kebijakan ini ternyata tidak hanya efektif untuk mencegah parkir liar tapi juga potensial peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov DKI Jakarta.

Sejak tanggal 2 Januari hingga 6 Mei 2015, tercatat denda derek liar yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 2,17 miliar.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Harlem Simajuntak merinci, denda sebesar Rp 2,17 miliar tersebut berasal dari 3.880 unit kendaraan yang diderek di lima wilayah ibu kota.

“Dari operasi cabut pentil (OCP) kita tindak sebanyak 6.610 unit roda dua dan 6.211 unit roda empat. Selain itu sebanyak 8.264 angkutan umum ditilang,” ujar Harlem.

Untuk wilayah Jakarta Selatan ada 813 kendaraan yang diderek, kemudian di Jakarta Utara 682 kendaraan, Jakarta Pusat  612 kendaraan, Jakarta Timur 505 kendaraan, sementara di Jakarta Barat sebanyak 417 kendaraan.

Untuk menerapkan kebijakan, disebutkan oleh Harlem, saat ini pihaknya memiliki 20 alat derek yang masing-masing alat derek dapat menderek 3-5 unit kendaraan setiap harinya.

Jumlah alat derek rencananya akan ditambah dengan pembelian 32 alat derek tahun in. Sementara untuk jumlah petugas yang melakukan penindakan di lapangan mencapai 800 personel.

Hal positif lain dengan penerapan kebijakan tersebut, diakui Harlem jumlah parkir liar di ibu kota berkurang terutama di lokasi yang dilakukan penertiban.

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...