Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Peneliti dari AS Tertarik Pilkada Surabaya

Peneliti dari AS Tertarik Pilkada Surabaya

Peneliti-Amerika 2

Bangsa ini akan mengagendakan Pilkada Serentak pada Desember 2015. Salah satunya adalah pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surabaya. Karena ini pertama kali diadakan secara serentak, seorang peneliti asal Amerika Serikat bernama Andrew Garner, Ph.D. Andrew yang merupakan pengajar di Departemen Ilmu Politik Universitas Wyoming AS, tertarik untuk mengetahui bagaimana pastisipasi warga Surabaya dalam mengikuti pilwali.

Andrew telah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, untuk mendapatkan data-data yang diperlukan. Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Hukum, Pengawasan, SDM, dan Organisasi Purnomo Satriyo Pringgodigdo menuturkan bahwa Andrew tertarik melakukan riset soal partisipasi pemilih di Kota Surabaya dan bagaimana upaya yang dilakukan KPU dalam menyosialisasikan agenda pilwali Surabaya.

Sang peneliti, sambungnya, tertarik menjadikan Surabaya sebagai lokasi penelitian  karena jumlah pemilihnya yang sangat besar serta posisi Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Andrew pun bertanya tentang tingkat partisipasi pemilih di Kota Surabaya, mulai dari pileg, pilpres, pilwali dan pilgub sebelumnya.

Sebagai jawaban kepada sang peneliti, Purnomo menjelaskan bahwa pilwali 2015 yang diselenggarakan KPU Surabaya memiliki sejumlah agenda dan tahapan sosialisasi. Yakni, mulai dari pertemuan tatap muka dengan pemilih, seminar, pertunjukan ludruk, media sosial, sampai relawan demokrasi.

“Mereka sebenarnya terkejut melihat banyaknya sosialisasi yang kami lakukan,” ujarnya.

Kemudian Purnomo juga menjelaskan bagaimana kerjasama yang dilakukan KPU Kota Surabaya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuju Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2015 yang berintegritas.

Disamping minta informasi, kata Purnomo, pada kesempatan tersebut Andrew  juga berbagi pengetahuan terkait dengan bagaimana kampanye pemilihan umum yang dilakukan di AS.

“Tidak seperti di Indonesia, menurut dia, di Amerika itu tidak ada lembaga yang bertanggung jawab pada partisipasi masyarakat. Semuanya diserahkan kepada pasangan calon,” ungkap Purnomo.

Mereka (pasangan calon), sambung Purnomo, juga lebih suka datang ke konstituen dan langsung menanyakan apa keinginan konstituennya. Hal itu bukan hanya dilakukan secara tatap muka, tapi juga menggunakan media sosial seperti Facebook.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...