Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Pengakuan Blak-blakan Korban Sandera : Sering disiksa Oleh Kelompok Bersenjata

Pengakuan Blak-blakan Korban Sandera : Sering disiksa Oleh Kelompok Bersenjata

sudirman-dan-badar-sandera-opm

Akhirnya kedua WNI yakni Sudirman (28) dan Badar (30) berhasil dibebaskan dari penyanderaan kelompok bersenjata di Papua New Nugini (PNG) beberapa hari lalu.

Keduanya pun buka suara tentang pengalaman hidupnya selama disandera kelompok itu. Bentakan sampai pukulan seolah sudah menjadi ‘makanan’ keduanya selama 9 hari dalam penguasaan kelompok penyandera.

Apa yang dialami keduanya, diceritakan dan disampaikan kepada Kapolda Papua, Irjen Paulus Warterpaw yang mengunjungi keduanya di RS Bhayangkara Jayapura pada Sabtu (19/9) siang waktu setempat.

Menurut Paulus, ia tidak bisa banyak bertanya kepada Sudirman dan Badar yang terlihat masih terkulai lemas di kamar rawat rumah sakit. Kedua warga asal Buton, Sulawesi Tenggara itu pun masih diberikan cairan infus sebab kekurangan cairan akibat penyanderaan itu.

Meski demikian, Sudirman dan Badar banyak sedikit mengingat apa yang terjadi pada mereka pada hari demi hari bersama kelompok bersenjata tersebut.

Sudirman dan Badar mengakui kalau tiga kali berpindah tempat selama 9 hari disandera oleh kelompok bersenjata di hutan perbatasan Indonesia-PNG. Bahkan tak jarang, keduanya juga dipaksa untuk ikut membantu pembuatan camp kelompok bersenjata.

Selama dalam penguasaan kelompok itu, Sudirman dan Badar yang kesehariannya menjadi pekerja penebang kayu itu pun kerap dibentak hingga dicaci. Bahkan beberapa bagian tubuh Sudirman dan Badar menjadi sasaran empuk pukulan dan tendangan anggota kelompok bersenjata itu.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...