Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Pengakuan Kabiro Keuangan Sumut kepada KPK Persulit Posisi Gatot

Pengakuan Kabiro Keuangan Sumut kepada KPK Persulit Posisi Gatot

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho

Posisi  Gatot Pujo  Nugroho sebagai terangka kasus suap hakim PTUN medan semakin terpojok setelah kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut  Ahmad Fuad Lubis membeberkan kalau rencana gugatan  terhadap Kejaksaan Tinggi ke PTUN Medan terkait kasus Dana Bansos merupakan inisiatif Gubernur Sumut tersebut. Penjelasan Fuad ini membantah semua pengakuan Gatot ke KPK yang sebelumnya mengatakan bahwa ia tidak tahu soal gugatan tersebut.

Tak pelak lagi, posisi Gatot dalam kasus suap itu semakin dipersulit oleh pengaduan anak buahnya sendiri. Bahkan Ahmad Fuad Lubis meyakinkan tim penyidik KPK bahwa atasannya itu adalah inisiator gugatan ke PTUN tersebut.

“Gubernur Gatot sangat berkepentingan dengan gugatan itu. Dia tidak ingin  kasus dana bansos Pemprov Sumut 2011-2013 diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumut,” kata Zulkifli  Nasution. Bahkan, Gatot yang membujuk Fuad dengan menunjuk OC Kaligis menjadi kuasa hukum untuk mengadvokasi perkara TUN tersebut di PTUN Medan.

“Pak Fuad itu sebagai saksi daripada dugaan kasus bansos itu. Nah kasus dugaan bansos itu (arahnya) kepasda Gatot. Jadi, Gatot yang punya kepentingan,” kata Zulkifli seusai menemani Fuad diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Sebagaimana pengakuan Fuad, lanjut Zulkifli, Gatot berkepentingan untuk menggungat penyelidikan kasus dana bansos yang tengah ditelusuri oleh Kejati Sumut mengingat arah kasus tersebut mengarah kepadanya.

Bahkan, pengajuan gugatan ke PTUN Medan itu tak terlepas adanya permintaan dari Mustofa dan Zul Jenggot. Fuad mengetahui benar bahwa dua orang itu adalah orang dekat Gatot. “Sudah pasti gugatan itu inisiatif Gatot,” tandasnya.

Zulkifli menjelaskan, dalam pemeriksaan kepada kliennya Rabu 28 Juli, penyidik KPK mencecarnya dengan 30 pertanyaan selama sekitar 9 jam. Dalam pemeriksaan tersebut, Fuad ditanya oleh penyidik KPK tentang proses pendaftaran dan gugatan TUN terkait penyelidikan dana bansos Pemprov Sumut ke PTUN Medan.

Fuad mengakui atas nama dirinya dilakukan gugatan penyelidikan dana bansos ke PTUN dengan OC Kaligis sebagai pengacara setelah diminta langsung oleh Gatot dalam pertemuan di kantor OC Kaligis. Dalam pertemuan itu, Gatot memperkenalkan OC, Gerry dan istri muda Gatot, Evy Susanti.

“Setelah pertemuan itu, Fuad tidak pernah koordinasi atau pun komunikasi dengan Evy,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak KPK baru saja menetapkan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti sebagai tersangka dalam kasus suap antara pengacara OC Kaligis dan Gerry kepada tiga hakim dan panitera PTUN Medan.

Uang dalam bentuk Dollar Amerika dan Dollar Singapura setara Rp250 juta yang ditemukan tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kantor PTUN Medan pada 9 Juli 2015, diduga sebagai suap atas dimenangkannya perkara TUN terkait penyelidikan dana bansos Pemprov Sumut 2011-2013.

Fuad yang hadir di samping Zulkifli menolak berkomentar perihal penetapan tersangka kepada Gatot dan istri mudanya itu lantaran mengaku lelah setelah menjalani pemeriksaan dari penyidik KPK.

Melalui Zulkifli, Fuad menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui perihal suap antara OC Kaligis, anak buah OC bernama Gerry kepada majelis hakim PTUN Medan yang memimpin perkara gugatan TUN penyelidikan dana bansos. Fuad mengaku tidak mengerti proses gugatan dan tidak pernah menghadiri sidang tersebut. OC dan anak buahnya, Gerry tidak pernah berkonsultasikan perkembangan perkara di PTUN itu kepada dirinya.

Dengan semua pengakuan Fuad ini, maka penyidik KPK tampaknya semakin yakin kalau Gatot adalah pihak yang memberi dana  untuk menyuap tiga majelis hakim PTUN dan seorang panitera yang kini sudah ditahan di KPK. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...