Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Pengakuan Pembunuh Angeline Selalu Berubah-rubah, Polisi Tak Serta Merta Percaya

Pengakuan Pembunuh Angeline Selalu Berubah-rubah, Polisi Tak Serta Merta Percaya

doa-dan-tangisan-warga-bali-iringi-kepergian-angeline

Pembunuh Angeline, Agustinus Tai Hamdani alias Agus oleh Polresta Denpasar telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Angeline. Agus adalah pembantu yang bekerja sebulan di rumah Margriet.

Agus tercatat sebagai warga Desa Rambangaru, Haharu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dia meninggalkan kampung halamannya bersama temannya setahun lalu (2014) untuk bekerja di Denpasar, Bali.

Dalam pemeriksaan ataupun ketika dikunjungi, Agus telah mengeluarkan beberapa pernyataan yang berubah-rubah.

Hidung Angeline Berdarah
Beberapa hari sebelum ditangkap polisi, Agus pernah diwawancara televisi. Dia mengaku sehari sebelum Angeline dinyatakan hilang, 15 Mei 2015, dia mendapati hidung Angeline berdarah. Angeline bilang hidungnya berdarah karena dipukul. Tapi, Agus tidak bertanya lebih lanjut karena fokus pada pekerjaannya.

Membunuh dan Menperkosa
Pada 10 Juni 2015 setelah jasad Angeline ditemukan di kediaman Margaret. 7 Orang saksi diperiksa, termasuk Margriet dan Agus. Dalam kesaksiannya, Agus mengakui bahwa dirinya telah membunuh Angeline, usai memperkosa korban.

Imbalan Rp 2 milyar
Pada Minggu 15 Juni silam, usai ditemui anggota DPR Komisi III Akbar Faisal, Agus membuat pengakuan baru. Agus mengaku dijanjikan sejumlah uang Rp2 miliar oleh majikannya, Margriet untuk membunuh Angeline.

Ancaman Pembunuhan
Kepada pengacaranya Agus mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal. Pengacara tersangka, Haposan Sihombing mengungkapkan, setelah kliennya dipecat oleh ibu angkat Angeline pada tanggal 25 Mei 2015 ada seseorang yang mengancam Agus melalui telepon.

Apa yang dikatakan oleh Agus ternyata tidak semuanya benar. Haposan Sihombing, Kuasa hukum Agus, mengatakan bahwa kliennya telah berbohong terkait iming-iming Rp2 miliar.

“Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dia bohong. Pengakuan tersangka kepada anggota DPR RI Akbar Faisal itu bohong. Dia bilang begitu karena benci dengan ibu angkat korban,” ujar Haposan.

Terkait pengakuan Agus yang berubah-rubah, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan menuturkan,”Baik mengaku atau tidak mengaku tetap tidak bisa (disimpulkan), karena keterangan tersangka bukan satu-satunya alat bukti.”

Dijelaskan oleh Anton, pengakuan Agus yang menyebut Margriet akan memberi uang tersebut, jika dirinya mau membunuh Angeline sejatinya dapat ditelusuri dengan nalar logika.

“Keterangan bisa jadi alat bukti kalau ada keterkaitan dengan (keterangan) lain, kan itu bisa ditelusuri dan ditarik logika, apakah harta warisannya (Margriet) memang senilai 2 miliar, kalau tidak mencapai Rp2 miliar ya kenapa sampai minta tebus Rp2 miliar, senilai berapa sih,” tutur Anton.

Sementara itu Kompolnas menyarankan kepada polisi agar melakukan pendekatan secara humanis untuk mempermudah kinerja polisi saat mengorek keterangan dari pihak Agus. Pendekatan kemanusiaan dianggap penting pasalnya Agus seringkali memberikan keterangan yang berubah ubah sehingga menyulitkan proses penyidikan. Selain itu, kondisi Agustinus yang terlihat sedang shock membuat polisi harus lebih humanis.

“Agus terlihat shock ya. Perlu pendekatan humanism pada tersangka Agus sehingga bisa membantu kepolisian dalam mengungkap keterangan yang sebenarnya,” ujar Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan yang datang bersama Hamidah Abdurrahman usai menemui Agustinus di Mapolda Bali, Senin (15/6) malam.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...