Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Penggerebekan 100 Kg Sabu di Jepara, Kepala BNN : Para Tersangka Pantas Dihukum Mati

Penggerebekan 100 Kg Sabu di Jepara, Kepala BNN : Para Tersangka Pantas Dihukum Mati

-gudang-narkoba-2

Delapan tersangka yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) ketika penggerebekan sebuah gudang di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (27/1) layak diancam hukuman mati.

“Dengan barang bukti sabu yang cukup banyak, tentu ancaman hukumannya hukuman mati,” ujar Kepala BNN Komjen Budi Waseso, ketika jumpa pers di gudang penyimpanan sabu-sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (28/1) seperti dilansir sebuah media online.

Ke-8 tersangka yang diancam hukuman mati itu, yakni empat orang warga Negara Pakistan dan empat orang warga Negara Indonesia.

Adapun ke-4 warga asing itu, yakni berisinial FQ, AM, RZ, dan TQ, sementara warga pribumi berisinial YN, TY, KI, dan DT.

Menurut Kepala BNN, sabu tidak ubahnya sebuah mesin pembunuh bagi generasi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap, persoalan narkoba menjadi perhatian bersama.

“Semua pihak harus mewaspadainya karena hal itu merupakan mesin pembunuh,” kata Buwas, sapaan dari Budi Waseso.

Buwas pun memastikan, barang bukti sabu yang diperoleh dari gudang di Desa Pekalongan, Jepara, yang merupakan kelompok jaringan Pakistan lebih dari 100 kg karena masih ada 100 mesin generator set (genset) yang belum dibongkar dari 149 genset yang ada.

Sementara barang bukti yang diamankan dari para pelaku, selain 100 kg sabu, yakni timbangan digital, dua unit mobil boks, genset dan filter 249 unit, uang valas dan rupiah total Rp700 juta, telepon genggam, dan buku tabungan.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam pasal 112, 114, Undang-Undang nomor 35/2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman paling rendah empat tahun dan maksimal hukuman mati.

Terungkapnya peredaran sabu dalam jumlah besar itu, merupakan hasil kerja sama antara Polri, BNN, Bea Cukai serta Internasional Agency.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...