Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Penggusuran Sukses, Sikap Tegas Ahok Membuat Warga Kampung Pulo tak Berdaya

Penggusuran Sukses, Sikap Tegas Ahok Membuat Warga Kampung Pulo tak Berdaya

alat berat mulai bekerja menghancurkan rumah warga di lokasi proyek Kampiung Pulo, Jakarta Timur
alat berat mulai bekerja menghancurkan rumah warga di lokasi proyek Kampiung Pulo, Jakarta Timur

Upaya penggusuran warga Kampung Pulo dari kawasan yang akan dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta berjalan mulus. Kalau Kamis kemarin terlihat ada perlawanan keras dari ratusan masyarakat, hari ini perlawanan itu nyaris tidak ada.  Sebanyak 3.000 aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP berhasil menguasai kawasan itu.  Mulai hari ini, Jumat 21 Agustus, alat berat sudah bekerja menghancurkan rumah-rumah penduduk yang ada di kawasan dekat Sungai Ciliwung itu.

Menurut Ketua Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, sejumlah aparat gabungan tersebut merupakan upaya antisipasi agar tidak terjadi bentrokan seperti Kamis (20/8/2015) kemarin. “Hanya bersiaga saja. Sebagai antisipasi jika terjadi bentrok seperti kemarin,” ujar Kukuh di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2015).

Setidaknya terdapat 7 unit excavator yang disiagakan oleh pihak DPU DKI Jakarta dan juga terdapat satu unit Buldoser. Selain itu, terdapat tiga buah tenda besar milik Brimob dan satu milik Satpol PP. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat bersiaga di depan area lokasi penertiban.

Sedangkan untuk ruko yang berada di sepanjang Jl Jatinegara Barat juga masih tutup. Hanya terdapat beberapa pedagang buah dan penjual nasi di depan ruko tersebut.

Aparat keamanan berhasil menguasai lokasi dan memaksa warga meninggalkan kawasan Kampung Pulo
Aparat keamanan berhasil menguasai lokasi dan memaksa warga meninggalkan kawasan Kampung Pulo

Hingga berita ini ditulis, pembongkaran sudah dimulai, tidak ada perlawanan dari warga yang saat ini rumahnya sedang dirobohkan. Menurut informasi, akan terjadi pembongkaran di dua RW sekaligus pada hari ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan dukungannya kepada Pemprov DKI dalam penertiban bangunan di bantaran kali Ciliwung, di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Pasalnya, penertiban ini untuk menangani pemasalahan banjir.

Pertemuan antara Kapolda dengan Sekda DKI Saefullah dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santosa digelar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/8/2015). Usai pertemuan, Tito menegaskan bahwa negara ini adalah negara hukum. “Hukum harus tegas. Penertiban harus dilakukan,” kata Tito. Ia mengatakan, jika tidak ditertibkan meskipun ada upaya persuasif sebelumnya, maka hal itu akan merembet ke tempat lain.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa didikte oleh sebagian orang yang memaksa meminta untuk ganti rugi (tanah) dan melanggar hukum. “Pemda sudah manusiawi menyiapkan rusun. Ini bukan penertiban yang sewenang-wenang,” kata Tito. Ia menegaskan Polisi akan terus mendukung upaya penertiban untuk menangani masalah banjir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan tidak akan mengganti rugi lahan warga Kampung Pulo yang ditertibkan.

Menurut Saefullah, tanah yang dihuni warga adalah tanah negara, dan tidak ada dasar hukumnya untuk membayar. Jika pemerintah membayar, maka akan menyalahi aturan. Saefullah menegaskan bahwa penertiban ini bagian dari program penanganan normalisasi sungai untuk mengatasi banjir yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan.

“Saat penertiban 14 ruko yang sejajar kali saja, dampaknya sangat positif. Sekarang kita akan lakukan penurapan atau pemasangan sheet pile sepanjang Kali Ciliwung sampai ke sodetan Kali Ciliwung ke KBT,” kata Saefullah.

Penggusuran di Kampung Pulo sempat memanas dan terjadi bentrok. Satu alat berat dibakar warga dan dua anggota Satpol PP terluka. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan, tidak ada anak buahnya yang menyerang warga terlebih dahulu. Bahkan ia mengatakan ada personelnya yang terluka akibat bentrokan dengan warga tersebut.

Gubernur Ahok sendiri sangat ngotot agar warga segera dipindahkan dari kawasan itu karena adanya pembangunan kawasan sungai yang sangat mendesak. “Itu tanah negara, kalau mereka ngotot bertahan, kita akan gusur paksa.  Saya siap hadapi siapapun yang melawan!” ujar Ahok.– ant/trib

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...