Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Pengusaha Malaysia Gunakan Oknum TNI Untuk Menculik Mitra Bisnisnya di Jakarta

Pengusaha Malaysia Gunakan Oknum TNI Untuk Menculik Mitra Bisnisnya di Jakarta

dok

Jakarta – Empat pengusaha Malaysia yang tinggal di Jakarta ditangkap oleh  jajaran kepolisian Polda Metro Jaya setelah dinyatakan sebagai otak penculikan  Sahlan bin Bandan, pengusaha yang juga warga negara Malaysai.  Selain menangkap otak penculikan, polisi juga menangkap seorang oknum TNI dan preman yang menjadi pelaku penculikan itu.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, aksi penculikan Sahlan terjadi

pada 15 Juli 2015 dari restoran cepat saji di Cibubur, Jakarta Timur.

“Korban dibawa ke sebuah Hotel di Tebet, kemudian bertemu dengan otak penculikan yang juga warga Malaysia. Kedua pelaku yang memerintahkan para penculik merupakan rekan bisnis korban,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Minggu 26 JUli,

Para pelaku yakni FB, YL, KR, S ditangkap tim Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 23 Juli 2015 setelah dilaporkan oleh istri korban. FB dan istrinya ditangkap di rumahnya di Kota Wisata, Cibubur, sementara KR ditangkap di Depok, dan S di rumahnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

S adalah oknum anggota TNI AD dan sudah diserahkan ke POM TNI untuk diproses lebih lanjut.

Dijelaskan Krishna,  masih ada dua orang lagi otak penculikan itu,  yaiti Rafi dan Datuk Sobri,  yang belum bisa ditangkap karena keduanya berada di Malaysia. “Jadi rencana penculikan itu memang sudah diatur di Malaysia dan di Jakarta,” kata Krishna.

Kasus ini terkait dengan hutang pitung.   Korban diminta mengembalikan uang yang diklaim triliunan rupiah yang dipinjamnya dari Rafi dan Datuk Sobri.  Namun korban membantah hutang itu. Menurutnya. mereka hanya bekerjasama mendirikan money changer di Malaysia dan masing-masing menanam modal. Namun bisnis tersebut belum menguntungkan, bahkan macet.

“Jadi tidak benar saya berhutang. Bahwa bisnis kami gagal, benar. Tapi bukan utang,” kata  Sahlan kepada polisi.

Tapi tidak demikian dengan pandangan Rafi dan Datuk Sobri. Mereka kesal karena  rugi puluhan miliar rupiah. Mereka lantas merencanakan penculikan Sahlan yang sejak dua pekan lalu berada di Jakarta. Untuk merencanakan aksi ini, mereka mengirim tim ke Jakarta untuk menyewa sejumlah preman dan oknum TNI  untuk menculik Sahlan.

Sahlan kemudian dibawa para penculik ke Bogor untuk menemui seseorang yang bernama Sultan. Namun, Sultan tidak ada dan akhirnya korban disekap di rumah pelaku KR di Cisalak, Depok.

Sahlan juga dianiaya dan diminta oleh tersangka FB untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Awalnya keluarga korban diminta mengirimkan Rp 500 juta kemudian turun jadi Rp 100 juta.

“Keluarga korban yang di Malaysia kemudian kirim uang tersebut melalui Western Union dan uang tersebut dibagi, dikirim ke sejumlah rekeninng,” ujarnya.

Para pelaku diamankan beserta barang bukti yakni puluhan batu akik, uang tunai Rp 80 juta, beberapa unit HP, dan satu unit mobil Mitsubishi Pajero.

Polisi masih memburu pelaku lainnya anggota TNI yang masih buron berinisial RS dan AG. Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat Pasal 328 KUHP tentang penculikan, Pasal 333 KUHP terkait merampas hak kemerdekaan orang lain, dan Pasal 365 KUHP.***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...