Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Perkembangan Kasus Salim Kancil, Kades Jadi Dalang Pembunuhan

Perkembangan Kasus Salim Kancil, Kades Jadi Dalang Pembunuhan

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan Kepala Desa Selok Awar-awar Pasirian Kabupaten Lumajang, sebagai dalang dalam kasus pembunuhan Salim Kancil pada 26 September 2015.

Perkembangan Kasus Pembunuhan Salim Kancil, Kades Jadi Aktor Intelektual

Dalam keterangannya Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Anom Wibowo menjelaskan jika sebelumnya Kades Selok Awar-awar telah ditetapkan sebagai tersangka. Kini kapasitasnya sudah diketahui sebagai auktor intelektualis dalam kasus pembunuhan Salim kancil.

Saat rapat dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Jatim, AKBP Anom Wibowo menambahkan jika penetapan Kepala Desa sebagai tersangka dan auktor intelektualis itu tidak mudah karena saksi tidak mau mengaku. Kini tim dari Polda Jatim sudah terjun ke lokasi kejadian dengan dukungan Polres Lumajang sebagai petugas pengamanan lokasi dan olah TKP.

“Seperti dibilang Kapolda Jatim, para tersangka sering menjawab tak oneng (tidak tahu, bahasa Madura). Polisi akhirnya melakukan investigasi hingga menetapkan Kades Har sebagai auktor intelektualis”

“Kami fokus terhadap tiga desa di antaranya Desa Baku, Selok, dan Selok Awar-awar di Pasirian. Semua penyidikan dilakukan oleh Polda Jatim dengan backup dari Mabes Polri” ungkap AKBP Anom Wibowo.

Delapan tersangka dalam kasus pembunuhan Salim Kancil antara lain TS, EP, HM, GT, TM, ES, NG, dan RH. Sementara enam tersangka dalam kasus penganiayaan Tosan adalah MS, SL, SY, SM, ED, dan DH. Adapun enam tersangka yang terlibat kedua kasus adalah FW, HD, SK, MD, WD, dan BR.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...