Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Persaingan Balon Presiden AS: Popularitas Donald Trump Mulai Mendekati Jeb Bush

Persaingan Balon Presiden AS: Popularitas Donald Trump Mulai Mendekati Jeb Bush

Donald Trump
Donald Trump

Washington — Tekad Donald Trump untuk maju bersaing sebagai bakal calon (Balon) Presiden Amerika dari Partai Republik, awalnya dianggap enteng kandidat lainnya. Alasannya, karena pengalaman Trump dalam dunia politik  sangat rendah meski ia popular sebagai pengusaha kaya dan pembawa acara reality show di televisi. Tapi belakangan perkiraan itu meleset, sebab jajak pendapat yang dilakukan di sebuah lembaga survey menyebutkan popularitas Donald Trump meningkat tajam dalam dua pekan terakhir ini.

Jajak pendapat yang dilakukan Suffolk University pekan ini menyebutkan  Donald Trump menduduki peringkat pertama untuk maju mewakili Partai Republik, mengalahkan 10 kandidat lainnya. Popularitas pengusaha real estate itu memproleh nilai 17 persen, lebih tinggi  dibanding mantan Gubernur Florida Jeb Bush dengan 14 persen dan Gubernur Wisconsin Scott Walker dengan 8 persen. Padahal dalam jajak pendapat  sebelumnya, Donald Trump berada pada peringkat 9 dari 10 kandidat dari Partai Republik.

Peningkatan popularitas itu disebabkan keberanian Donald mengangkat isu-isu popular di kalangan pemilih konservatif, salah satunya isu tentang imigran gelap. Kampanyenya di Arizona beberapa waktu lalu dipenuhi massa karena isu imigran gelap cukup menarik  bagi warga setempat.

Donald trump mengutuk keras sikap Pemerintah Amerika Serikat yang sangat lunak terhadap imigran. Ia menuduh kaum imigran gelap  sebagai “kriminal” dan “pemerkosa”. Ia juga tidak segan-segan mengkritik kandidat Presiden dari Partai Republik lainnya.

Sikap Donald trump yang mengecam imigran gelap di Amerika sempat membuat Partai Republik kuatir karena dianggap menurunkan citra partai. Namun bagi sebagian pemilih konservatif, isu ini dianggap sangat menarik sehingga tidak heran tingkat elektabilitas Donald Trump menaik dengan cepat.

Meski demikian, banyak yang tidak percaya dengan objektivitas jajak pendapat itu. Popularitas Donald Trump itu diperkirakan kembali melorot dalam dua bulan ke depan, karena para kandidat lainnya belum banyak mengeluarkan ‘senjatanya’ dalam kampanye awal ini.

Hingga saat ini mayoritas pendukung Partai Republik menilai elektabilitas Jeb Bush yang merupakan saudara kandung mantan Presiden George W Bush masih lebih baik ketimbang Donald Trump. Gubernur Wisconsin, Scott Walker menyusul di belakang Jeb Bush. Tapi peningkatan popularitas Donald Trump itu tampaknya mulai diperhitungkan kandidat Partai Republik lainnya.

Kandidat Partai Republik nantinya akan bersaing melawan kandidat kuat dari Partai Demokrat yang saat ini masih didominasi oleh Hillary Clinton.

Pemilu Presiden Amerika akan berlangsung pada 8 November 2016. Sebagaimana tahapan Pemilu yang berlalu, setahun sebelum Pemilu, dua partai besar di negara itu, Partai Republik dan Partai Demokrat  harus berkampanye guna memilih kandidat yang akan diusung partai tersebut untuk bersaing pada Pemilu nanti.

Banyak yang memperkirakan kandidat yang bersaing nanti adalah  Jeb Bush (mewakili Partai Republik) melawan Hillary Clinton (wakil dari Partai Demokrat). Namun Donald Trump bisa saja menjadi kambing hitam untuk mewakili Partai Republik. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...