Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Pertama dalam Sejarah, Dua Perempuan Bersaing Dalam Pilpres Taiwan

Pertama dalam Sejarah, Dua Perempuan Bersaing Dalam Pilpres Taiwan

Hung Hsiu-Chu kandidat presiden Taiwan dari Partai Nasionalis
Hung Hsiu-Chu kandidat presiden Taiwan dari Partai Nasionalis

Taipeh – Demokrasi di Taiwan mencatat sejarah baru, karena untuk pertama kalinya  dua partai politik terbesar di negara itu masing-masing mencalonkan perempuan untuk maju dalam pemilu presiden tahun depan.

Partai Nasionalis yang berkuasa, Minggu  19 Juli resmi mencalonkan Hung Hsiu-chu, seorang guru sekaligus wakil ketua parlemen saat ini untuk persaing merebut kursi presiden.  Hung, yang mendukung hubungan erat dengan China, akan melawan Tsai Ing-wen, yang diajukan partai oposisi DPP.

Berbeda dengan Partai Nasionalis, Partai DPP adalah partai yang berbeda pendapat dengan China.

Persaingan dua perempuan dalam Pilpres di Taiwan merupakan pertama kali terjadi dalam sejarah. Karena itu bisa dipastikan tahun depan Taiwan akan dipimpin seorang presiden perempuan. Sebelumnya perempuan tidak pernah memimpin negara itu.

Para analis mengatakan perkembangan baru ini mengisyaratkan masyarakat Taiwan kian terbuka terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan saat ini memimpin 10 departemen pemerintah dan sejumlah perusahaan terkemuka di Taiwan. Sepertiga anggota parlemen Taiwan sekarang adalah perempuan, dibandingkan dengan 13 persen di Jepang dan 16 persen di Korea Selatan, kata analis Sean King.

Hubungan Taiwan dengan China yang masih renggang tetapi mulai membaik sejak tahun 2008, telah menjadi isu besar dalam kampanye kali ini.

China sejak tahun 40-an telah mengklain kedaulatan atas Taiwan yang saat ini memiliki otonomi. Setelah terpilih tahun 2008, Presiden Ma Ying-jeou memulai dialog dengan China dan menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi. Kedua pihak juga sepakat bahwa Taiwan adalah bagian dari China meskipun dengan dua interpretasi yang berbeda.

Kalangan analis mengatakan ketegangan antara kedua pihak bisa mencuat kembali jika tidak ada kerangka bagi dialog dan bagi kesepakatan-kesepakatan baru di masa depan.– Voa

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...