Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Pertikaian di Yaman Menyengsarakan Rakyatnya, Simak Kronologisnya

Pertikaian di Yaman Menyengsarakan Rakyatnya, Simak Kronologisnya

Yaman, Pertikaian bersenjata yang berkepanjangan di Yaman membuat sengsara rakyatnya. Pertikaian tersebut merupakan puncak dari pertikaian pertikaian tahun sebelumnya. Di awali dengan gelombang Arab Spring pada akhir tahun 2010 kemudian meluas ke negara-negara Arab lainnya.

Bermula dari ketidakpusasan penduduk di negara-negara padang pasir terhadap pemerintahan mereka maka muncullah gerakan-gerakan protes terhadap pemerintahannya. Bermula dari pecahnya gelombang protes di Tunisia kemudian menyebar ke negara-negawa Arab lainnya. Gelombang perpecahan tersebut disebut Arab Spring yang menandakan perubahan iklim politik di negara negara Timur Tengah.

Adapun peristiwa peristiwa pertikaian yang terjadi di Negara Yaman hingga saat ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tanggal 27 Januari 2011, Akhirnya gelombang Arab Spring melanda Yaman. Warga melakukan protes yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 2.000 orang. Warga menuntut turunnya Presiden Yaman saat itu, Ali Abdullah Saleh. Keadaan ini diperparah dengan aktifnya kelompok Al Qaeda di wilayah Semenanjung Arab (AQAP) yang berkonflik dengan Pemerintah Yaman.

Tanggal 24 Februari 2012, Protes warganya menyebabkan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh resmi mundur dari jabatan Presiden Yaman. Penggantinya ditujuk oleh pihak oposisi dan menunjuk Wakil Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi untuk menggantikannya. Namun penunjukan Hadi sebagai Presiden Yaman tidak disetujui oleh pihak AQAP dan mendapat reaksi yang sangat keras karena Hadi dianggap antek Amerika Serikat (AS).

Dampaknya adalah terjadi ketidakstabilan politik di Yaman, selama upaya penggulingan presiden Ali Abdullah Saleh merupakan celah bagi kelompok lain untuk merebut kekuasaan. Diantaranya adalah kelompok Houthi yang beraliran Syiah yang melakukan pemberontakan dan mencoba untuk coba merebut kekuasaan dari pemerintah. Pertikaian antar kelompok tersebut akibat dari perlakuan diskriminatif dari pemerintahan Yaman terhadap warga Syiah Yaman yang berlangsung bertahun-tahun sebelum Arab Sring terjadi. Keadaan Yaman makin memanas dengan memuncaknya konflik Sektarian Syiah yang diwakili oleh Kelompok Houthi dengan kaum Sunni yang berada di pihak Pemerintah Yaman.

Tanggal 17 September 2014, Di tepi kota Sanaa terjadi pertempuran antara pemberontak Houti dangan pasukan Pemerintah Yaman. Pasukan pemberontak menghujani Sanaa dengan serangan mortir.

Tanggal 20 September 2014, Asset milik Pemerintah Yaman berupa gedung stasiun televisi dibakar setelah konflik antara mereka dengan Kelompok Houthi semakin panas. Beberapa gedung lain juga menjadi rusak parah. Televisi Yaman telah meminta bantuan internasional dan nasional untuk melakukan evakuasi.

Tanggal 24 September 2014, Sebagai syarat pembicaraan gencatan senjata Kelompok Houthi meminta Perdana Menteri Yaman Salem Basindwa untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan hal tersebut telah dilaksanakan. Pengganti PM Salem adalah Khaled Bahhah.

Tanggal 20 Januari 2015, Sehari sebelumnya Pemberontak Houti menyerang istana kepresidenan, pemberontak Houthi telah menyerang Istana PM Yaman. Serangan ini diakhiri dengan gencatan senjata oleh kedua belah pihak.

Tanggal 23 Januari 2015, Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi menyatakan mundur dari jabatan. Mundurnya Hadi membuat Yaman makin rentan konflik dan menjadikan kekuasaan di Yaman kosong. Sementara itu pembentukan pemerintahan oleh pemberontak Houthi tidak mendapat dukungan dari warga Yaman. Kemudian sejumlah negara menutup kedutaan mereka di Yaman karena mengetahui situasi di Sanaa semakin buruk.

Tanggal 22 Februari 2015, Dengan bantuan Dewan Keamanan PBB, Presiden Hadi berhasil melarikan diri ibu kota Sanaa.

Tanggal 24 Februari 2015, Setelah itu Presiden Hadi menarik pengunduran dirinya. Dia kemudian mengumumkan Aden sebagai ibu kota sementara Yaman.

Tanggal 20 Maret 2015, Dua bom bunuh diri mengguncang Yaman, menewaskan 142 orang dan melukai ratusan lainnya. Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini, sekaligus mengumumkan keterlibatan mereka dalam konflik.

Tanggal 23 Maret 2015, Presiden Hadi mengumumkan Aden sebagai ibu kota sementara Yaman, sekaligus meminta bantuan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk untuk memulihkan kekuasaannya di sana.
Tanggal 26 Maret 2015, Arab Saudi menyanggupi permintaan Presiden Hadi dan memulai serangan udara ke Yaman.

Saat ini pertikaian di Yaman semakin panas dan akan terus terjadi. Pihak pihak yang merasa berkepentingan kemungkinan akan bergabung, diantaranya adalah negara Iran karena akan membantu saudaranya kaum Syiah yaitu Kelompok Houthi. Serangan udara dari pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah memasuki hari ketiga, dan sampai saat ini korban masih terus berjatuhan.
Pihak PBB telah mencoba menyelesaikan konflik dengan mengundang pihak yang bertikai untuk berunding, namun belum ada tanggapan yang positif dari seluruh pihak yang bertikai.

Below Article Banner Area

Baca Juga

permainan-game-di-korea

Bintang Tamu Ini Bercinta di Depan Penonton Saat Siaran Langsung

Sebuah video merekam aksi dua bintang tamu berbaring di lantai di sebuah studio TV saat ...