Home / Berita / Nasional / Perusahaan Terancam Pidana 8 Tahun Jika Tidak Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Perusahaan Terancam Pidana 8 Tahun Jika Tidak Daftar BPJS Ketenagakerjaan

bpjs ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan mulai berlaku 1 Juli 2015. Hal ini sesuai amanah undang-undang yang berlaku dari pengoperasian secara penuh. Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan akan terancam sanksi pidana penjara hingga delapan tahun.

“Sanksinya pencabutan pelayanan publik, izin usahanya bisa dicabut, kemudian identitasnya seperti paspor, SIM- nya bisa dicabut dan kemudian jika secara sengaja tidak mendaftarkan tapi perusahaannya mampu itu bisa dikenakan sanksi pidana penjara delapan tahun,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya di Kawasan Tanjung Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Ditambahkan oleh Elvyn, sebelum dikenakan sanksi pidana penjara delapan tahun, BPJS Ketenagakerjaan dengan pengawas akan melakukan langkah persuasif dan sosialisasi terlebih dahulu.

“Tentu ada mekanismenya, ada prosesnya. Kita mulai persuasif dulu 1 Juli, kita akan kirimkan surat-surat semua ke perusahaan yang sudah jadi peserta maupun yang belum jadi peserta, setelah itu kita berikan batas waktu 30 hari dari 1 Juli untuk merespons itu,” ungkap Elvyn.

Kalau tidak direspons, sambungnya, kita akan kirimkan petugas untuk verifikasi. Nah setelah itu ada tindak lanjutnya 10 hari, 10 hari, 10 hari, jika kemudian dua bulan belum daftarkan, kita lakukan pemeriksaan.

Kebijakan ini pun berlaku bagi BUMN maupun perusahaan yang tergolong besar.

“Kita persuasif dulu, karena sebagian besar mereka ikut program-program yang eksisting, nah kita surati , kita sosialisasi khusus untuk perusahaan-perusahaan yang besar. Semua kita sampaikan dalam surat itu, semua program yang ada di BPJS juga,” jelas Elvyn.

Elvyn juga menambahkan, sesuai target roadmap hingga 2019, seluruh pekerja formal sebanyak 45 juta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan per Mei 2015 baru mencapai 17,16 juta pekerja.

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...