Home / Berita / Perwira Tinggi China Divonis “Mati Percobaan” karena Kasus Korupsi

Perwira Tinggi China Divonis “Mati Percobaan” karena Kasus Korupsi

Gu Junshan, perwira China yang divonis Mati Percobaan
Gu Junshan, perwira China yang divonis Mati Percobaan

Perwira tinggi angkatan darat China dijatuhi hukuman ‘mati percobaan’ setelah terbukti melakukan korupsi. Demikian informasi yang dikabarkan media pemerintah setempat, Senin (10/8/2015).  Perwira tersebut adalah  Letnan Jenderal Gu Junshan, tokoh militer yang  sebelumnya sempat menghebohkan China karena diketahui memiliki kekayaan berlimpah, antara lain puluhan rumah mewah, puluhan patung emas, dan minuman-minuman mahal.

Kantor berita Xinhua mengabarkan, selain dijatuhi hukuman, seluruh gelar kemiliteran Gu Junshan juga dicabut. Namun, peluang Gu Junshan dihukum mati sangat kecil, sebab biasanya, di China, hukuman mati percobaan akan diubah dalam dua tahun kemudian menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Hukuman mati  bagi seseorang yang dihukum ‘Mati Percobaan” hanya dijalankan manakala selama masa percobaan dua tahun, ia melakukan  kesalahan yang fatal.

Selama ini belum ada terpidana Mati Percobaan yang kemudian dieksekusi di China. Dua tahun setelah masa percobaan, hukuman mereka diganti menjadi penjara seumur hidup. Gu Junshan sepertinya akan mengalami hal seperti ini.

“Gu Junshan dinyatakan bersalah melakukan korupsi, menerima suap, menyalahgunakan uang rakyat, membayar suap, dan menyalahgunakan jabatan,” demikian dikabarkan Xinhua, mengutip pernyataan hakim di pengadilan militer.

Salah satu rumah mewah milik Gus Junshan yang disita Pemerintah China
Salah satu rumah mewah milik Gus Junshan yang disita Pemerintah China

“Gu diberi keringanan hukuman setelah membeberkan tindak kriminal pejabat lainnya dalam sebuah sesi wawancara dengan seorang petinggi pengadilan militer China,” demikian informasi yang dikabarkan lewat situs People’s Liberation Army Daily, media resmi angkatan darat.

Gu adalah murid Xu Caihou, mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, yang mengaku menerima suap tahun lalu, dan sudah dipecat dari kemiliteran. Xu Caihou meninggal dunia karena kanker pada Maret lalu.

Proses persidangan Gu Junshan tidak dibuka untuk publik karena dianggap mengandung berbagai rahasia negara. Gu, mantan Wakil Direktur Departemen Logistik Umum Angkatan Darat, sudah menjadi tersangka sejak lebih dari tiga tahun lalu.

Dalam penyelidikan, Gu diketahui memiliki puluhan rumah di Beijing. Dia juga memiliki “istana” di Puyang, provinsi Henan, yang di dalamnya terdapat puluhan karya seni dari emas.

Kediaman Gu di Puyang dibangun dengan bentuk mirip istana Kota Terlarang, yang dulu adalah istana kekaisaran di Beijing. Rumah mewah ini berdiri di atas lahan seluas 1 hektar, dan oleh penduduk setempat dijuluki “Istana Sang Jenderal”.

Majalah Caixin mengabarkan, saat kediaman mewah Gu ini digerebek, aparat menyita sebuah perahu emas, sebuah bak mandi emas, dan patung emas Mao Zedong. Selain itu, puluhan peti minuman keras mahal juga disita dari kediaman sang jenderal.- AFP

Baca Juga

Kocak! Ternyata Ellen DeGeneres Ikut ‘Bintangi’ Video Klip Taylor Swift

Jakarta – Ide-ide kocak Ellen DeGeneres seakan tak ada habisnya. Kini, ia tiba-tiba ‘muncul’ di ...