Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Pesaingnya Didiskualifikasi, Risma cs Ancam Laporkan KPU Surabaya ke DKPP

Pesaingnya Didiskualifikasi, Risma cs Ancam Laporkan KPU Surabaya ke DKPP

Tri Rismaharani - Wishnu Sakti Buana dan pendukungnya
Tri Rismaharani – Wishnu Sakti Buana dan pendukungnya

Keputusan KPU Surabaya mendiskualifikasi pasangan bakal calon Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid  dianggap merugikan Risma dan pasangan. Meski pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Surabaya kembali dibuka pada 6-8 Agustus ini, namun tim Risma pesimis akan ada kandidat yang mendaftar.  Jika calon tunggal, berarti Risma harus bersaing pada Pilkada serentak 2017.

Pengunduran itu tentu saja sangat merugikan  Tri Rismaharini  dan pasangannya Whisnu Sakti Buwana. Mereka pun menuding  KPU Surabaya sengaja menggagalkan pasangan Rasiyo-Dhimam  agar posisi Risma tidak diuntungkan. Mengundur Pilkada hingga dua tahun ke depan sudah pasti sangat merugikan Risma yang elektabilitasnya sangat tinggi saat ini.

Atas diskualifikasi tersebut, tim pemenangan pasangan calon Risma – Whisnu berencana melaporkan KPU Kota Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Alasannya, karena KPU Kota Surabaya dianggap tidakprofesional. Mereka malah menuntut  anggota KPU Kota Surabaya harus dipecat.

Laisson Officer (LO) pasangan calon Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buwana menengarai telah ada upaya sengaja dari sejumlah pihak menjegal Pilwali Kota Surabaya. “Semua dilakukan secara masif dan terstruktur,” kata Sukadar, Minggu (30/8/2015).

Selama proses pendaftaran hingga penelitian berkas, KPU tidak pernah berkoordinasi dengan LO. Atau setidaknya memberi tahu jika ada kekurangan berkas. Kalau KPU koordinatif, kekurangan berkas bisa disempurnakan.

Tim pemenangan pasangan calon Risma-Whisnu ini mengaku telah memrediksi akan kemungkinan upaya penggagalan Pilwali sesuai jadwal. Atas proses penetapan yang melanggar aturan tersebut, Sukadar segera menyiapkan laporan ke DKPP.

“Kami menyayangkan upaya dan kinerja KPU. Ini telah menjadi perhatian serius kami. Kalau memungkinkan, kami berharap DKPP memecat Komisioner KPU yang tidak profesional begini,” kata Sukadar.

Menanggapi ancaman itu,  Ketua KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin menjawab dingin, “ Ya, silahkan saja melapor. Itu hak setiap warga negara dan dijamin UU. Tapi kami bekerja sesuai aturan,” kata Robiyan Ariifin di Surabaya, Minggu (30/8/2015).

Berbeda dengan sikap kubu Risma, tim sukses pendukung pasangan Rasiyo – Dhimam tidak banyak berkomentar masalah ini.  Dhiman justru terlihat pasrah. “Kalau memang begitu putusan KPU, apa mau dikata,” ujarnya. – jpn/det/tri

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...