Home / Berita / Nasional / Pesawat AirAsia Hilang Kontak Jurusan Surabaya-Singapura

Pesawat AirAsia Hilang Kontak Jurusan Surabaya-Singapura

Pesawat AirAsia HilangBerita terbaru dari hilangnya kontak pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura masih belum diketahi secara detail dimana peesawat hilang kontak, dan menurut berita terbaru bahwa pesawat hilang kontak 8 menit setelah lepas landas dari bandara Juanda Surabaya.

Pesawat AirAsia QZ 8501 tujuan Singapura setelah terbang dari Surabaya dikabarkan hilang kontak. Pesawat itu mengangkut 155 penumpang.

Ada 155 penumpang dalam pesawat itu. Rinciannya adalah 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, satu bayi. Sedangkan kru pesawat ada enam orang, yakni Kapten Pilot bernama Iryanto, first officer bernama Remi Emanuel Plesel, empat pramugari yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan satu teknisi pesawat bernama Saiful Rakhmad.

Seperti disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, pesawat Air Asia dari Surabaya dengan tujuan Singapura itu hilang kontak pada pukul 07.55 WIB. Belum diketahui pasti pesawat itu jatuh atau kemungkinan lain karena seluruh pihak terkait masih berkoordinasi.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Bandara Soekarno-Hatta. Nanti kami akan sampaikan infonya,” kata Barata, Minggu, 28 Desember 2014.

Barata mengaku kini sedang rapat dengan seluruh pihak terkait, seperti Pemandu Lalu Lintas Udara Bandara Soekarno-Hatta, tim Badan SAR Nasional, manajemen maskapai Air Asia Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan lain-lain.

“Pak Menteri (Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan) masih di Surabaya, tidak ikut di Bandara Soekarno-Hatta. Beliau ada peninjauan ke Banyuwangi,” kata Barata, seraya menambahkan bahwa Menteri tetap memantau perkembangan terkini.

Pesawat Air Asia yang hilang kontak Kemungkinan Jatuh di Perairan

Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan belum mendapat informasi terperinci mengenai pesawat Air Asia yang hilang kontak pada Minggu pagi, 28 Desember 2014. Karena itu, Basarnas belum memastikan kondisi pesawat itu.

Tapi, menurut Deputi Operasional Basarnas, Mayor Jenderal Tatang Zainudin, mengatakan bahwa ada kemungkinan pesawat dari Surabaya dengan tujuan Singapura itu jatuh. Lokasi pastinya belum diketahui namun, katanya, kemungkinan di perairan.

“Kita belum pastikan pesawat itu jatuh tapi kemungkinan (jatuh) itu ada, karena lost contact (hilang kontak),” kata Tatang, Minggu pagi, 28 Desember 2014.

Meski begitu, masyarakat diminta tidak berspekulasi apa pun mengenai pesawat Air Asia itu sebelum ada informasi tepat dan akurat dari otoritas resmi. Sebab hingga kini seluruh pihak terkait, seperti Pemandu Lalu Lintas Udara Bandara Soekarno-Hatta, Basarnas, manajemen maskapai Air Asia Indonesia, Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara dan Angkata Laut, dan lain-lain, masih berkoordinasi.

“Kami sudah koordinasi dengan ATC (Pemandu Lalu Lintas Udara) Bandara Soekarno-Hatta. Mereka yang lebih mengetahui keseluruhan,” katanya.

Tim Basarnas, kata Tatang, telah diperintahkan untuk melakukan operasi pencarian, terutama kantor SAR di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Daerah itu adalah lokasi pesawat Air Asia melakukan kontak terakhir.

“Kita bisa menhitung posisi dari waktu lost contact (hilang kontak), kira-kira di mana. Kita kerahkan seluruh sarana laut, temasuk para nelayan,” kata Tatang.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...