Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / Petani Garam di Rembang Mulai ‘Gulung Tikar’

Petani Garam di Rembang Mulai ‘Gulung Tikar’

[ad_1]





Rembang – Memasuki musim penghujan saat ini, para petani garam di Rembang mulai berganti mata pencaharian. Sebagian besar lahan tambak garam di Rembang mulai tergenang air, sehingga tidak memungkinkan untuk digarap lagi.

Petani garam mulai gulung plastik yang sebelumnya dijadikan alas untuk mengolah garam. Lahan akan beralih menjadi tambak ikan. Saat memasuki musim hujan saat ini, risiko gagal mengolah tambah garam lebih besar. Bila petani nekat mengolahnya akan berisiko rugi.

Di Kecamatan Kaliori misalnya, sejumlah petani garam nampak mulai menggulung plastik bekas alas garam di tambak masing-masing. Menurut mereka musim garam sudah berakhir dan sudah saatnya tambak garam dialih fungsikan selama musim penghujan.

Suparman, salah satu petani garam asal Desa Purworejo Kecamatan Kaliori mengatakan tambak garam miliknya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dimanfaatkan menjadi lahan pembuatan garam. Kalaupun dipaksakan, risiko gagal panen akan jauh lebih besar.

“Ini sudah habis masanya garam. Terpalnya kita ambil, nanti kita garap lagi tambaknya. Diganti untuk tambak ikan bandeng atau udang saat musim penghujan seperti ini,” kata Suparman, di Kaliori, Rembang, Kamis (19/10/2017).

Stok garam di gudangStok garam di gudang Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Sementara itu, salah satu pengusaha garam di Kaliori, Suko (50) mengatakan meskipun musim garam telah berakhir, namun stok garam yang tersedia di gudang selama mengolah masih kurang. Ia khawatir akan kembali terjadi kelangkaan garam karena produksi menurun.

Sebab, selama ini stok yang baru didapat dari petani lebih banyak langsung didistribusikan ke pasar-pasar. Sedangkan stok di gudang tidak pernah bertambah, namun justru kian berkurang.

“Ini stok di gudang belum tercukupi, sedangkan garam yang masuk langsung terjual ke pasar. Alternatif lain ya terpaksa kita usulkan impor,” jelasnya.

Adapun harga garam saat ini di Rembang mencapai Rp 2.500 sampai Rp 3 ribu per kilogram. Padahal, harga garam sebelumnya sempat berkisar Rp 300 sampai Rp 500 per kilogram. “Kalau stok kurang, harga bisa naik seperti dulu,” katanya.

(bgs/bgs)

[ad_2]
Source link

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...