Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bola / Petr Cech Jadi Kiper Kelas Dunia, Gara-gara Tulang Kakinya Patah

Petr Cech Jadi Kiper Kelas Dunia, Gara-gara Tulang Kakinya Patah

pet cech

Siapa yang tak tahu dengan kiper yang satu ini. Sosoknya begitu mudah karena punya ciri khas di kepala. Ya, dia adalah Petr Cech, yang termasuk penjaga gawang terbaik di dunia.

Tapi siapa kira kalau sekarang menjadi kiper terbaik ternyata pada awal Petr Cech menekuni sepakbola, dia justru menjalani peran yang berbeda. Semuanya itu gara-gara tulang kakinya patah.

“Saya tak pernah berpikir menjadi seorang penjaga gawang,” ujar Cech kepada Arsenal Magazine seperti dikutip Minggu (2/8).

Semasa kecil, dunia sepakbola bukan satu-satunya olahraga yang digeluti Cech. Pria asal Republik Ceska ini sebelumnya ternyata bermain hoki es, posisinya sebagai penjaga gawang. Nah, ketika mulai bermain sepakbola, justru ia berperan sebagai gelandang atau sayap kiri.

Begitu pertandingan bebas di akhir latihan, Petr Cech acapkali bermain sebagai penjaga gawang. Peran itu dilakoni karena ingin melihat perbedaan bermain di bawah gawang besar dan gawang kecil di hoki es.

Pelatih Petr Cech sendiri kala itu kerap melihat dia bermain sebagai penjaga gawang. Suatu hari penjaga gawang tim Cech tidak hadir pada satu pertandingan.

Kemudian sang pelatih meminta anak asuhannya itu untuk menjadi penjaga gawang. Sesungguhnya, tidak ada seorangpun, termasuk Petr Cech, yang ingin dalam posisi itu.

“Dia menunjuk saya dan berkata, ‘Saya pernah melihat kamu beberapa kali di gawang dan kamu lumayan bagus. Kamu harus coba,” ungkap Petr Cech.

Akhirnya Petr Cech menerima penunjukan itu, tapi ia meminta syarat yakni cukup satu pertandingan. Keesokan harinya, ketika Cech datang untuk mengikuti latihan, pelatih penjaga gawang menarik dia. Pelatih kepala menolak dan tetap memainkan Petr Cech di posisi aslinya.

Kakinya patah sendiri dialami olehnya ketika masih kecil.

“Ketika saya umur 10 tahun, kaki saya patah dan pemulihannya membutuhkan waktu panjang. Saya tidak bisa berlari dan saya kesakitan untuk beberapa lama,” kata Chech.

Petr Cech kemudian berganti posisi menjadi penjaga gawang. Petr Cech kemudian menikmati peran itu karena merasa sama saja dengan bermain di posisi non-penjaga gawang.

“Peristiwa itu mnghadirkan perbedaan terbesar dalam hidup saya karena momen itu menentukan saya untuk tetap di bawah mistar gawang,” jelas Petr Cech.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

berita-terkini-aff-2016-boaz-tinggalkan-pelatnas-timnas-kenapa

Berita Terkini AFF 2016: Boaz Tinggalkan Pelatnas Timnas, Kenapa?

“Boaz memang pulang ke Jayapura, karena ada pernikahanan keluarganya” kata Alfred Rield kepada wartawan. Seperti ...