Home / Berita / Nasional / PKS Dapat Pengganti Fahri Hamzah, Ini Profilnya

PKS Dapat Pengganti Fahri Hamzah, Ini Profilnya

Ledia Hanifa Amaliah menjadi pengganti Fahri Hamzah di PKS.

PKS Dapat Pengganti Fahri Hamzah, Ini Profilnya

Ledia Hanifa adalah Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang membidangi lingkup sosial, agama, bencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Ibu empat putra ini terpilih dari dapil Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Saat ini adalah periode kedua Ledia terpilih sebagai wakil rakyat. Di partai, Ledia adalah Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani dan Nelayan DPP PKS. Dia termasuk salah seorang elite PKS yang dibawa oleh Presiden PKS Sohibul Iman menemui Presiden Jokowi di Istana Negara 21 Desember 2015.

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 April 1969 ini mengantongi gelar sarjana sains Kimia dari Universitas Indonesia. Oleh karena ketertarikannya di bidang sosial, Ledia pindah haluan saat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Dia memilih studi mengenai Intervensi Sosial pada program Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Dalam bidang organisasi, Ledia lebih banyak bergelut di sektor dakwah. Dia tercatat aktif diberbagai organisasi.

Di Dewan Pembina Yayasan Uswah Ummahat sebagai pembina, Dewan Penasihat Yayasan Majelis Dzikir dan Dakwah Lansia sebagai penasihat, Konsultan Area Muda sebagai konsultan, Dewan Pengurus Yayasan Uswah Ummahat sebagai ketua (2003-2006), Pemuliaan Perempuan Retas Leadership Center sebagai ketua divisi (1996-1997).

Di kancah politik nasional, Ledia sebenarnya tak terlalu menonjol berkebalikan dengan Fahri Hamzah. Istri Bachtiar Sunasto itu lebih banyak bersuara soal kesejahteraan nelayan, pemberdayaan perempuan, dakwah, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Nama Ledia sudah diajukan DPP PKS ke pimpinan DPR. Namun belum tentu dia bisa segera dilantik menggantikan Fahri Hamzah. Pasalnya Fahri melawan dengan menggugat pemecatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...