Home / Berita / Nasional / PLN Kembali Naikkan Tarif Listrik Nonsubsidi

PLN Kembali Naikkan Tarif Listrik Nonsubsidi

meteram listrik

Bulan Juni ini, PT PLN (Persero) kembali menaikkan tarif listrik bagi pelanggan komersial atau nonsubsidi.

Dalam website resmi PLN yang dikutip di Jakarta, Senin (1/6), disebutkan bahwa pada Juni 2015, tarif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan ditetapkan Rp 1.524,24/kWh atau naik Rp 9,43 (0,62 persen) dibandingkan bulan Mei 2015 yang besarannya Rp1.514,81 per kWh.

Padahal sebelumnya, tarif di bulan Mei 2015 untuk golongan yang sama juga naik Rp 48,92 (3,33 persen) dibandingkan dengan bulan April 2015 sebesar Rp 1.465,89 per kWh.

Adapun kelima golongan pelanggan tersebut yakni rumah tangga menengah R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200.000 VA, kantor pemerintah P1 6.600-200.000 VA, serta penerangan jalan umum P3.

Kenaikan tarif juga berlaku bagi pelanggan listrik nonsubsidi lainnya yakni bisnis besar B3 di atas 200.000 VA, industri besar I3 di atas 200.000 kVA dan pemerintah P2 di atas 200 kVA ditetapkan Rp 1.200,65 atau naik dibandingkan Mei Rp 1.193,22/kWh. Bulan April 2015, tarif golongan ini hanya Rp 1.135,93 per kWh.

Kemudian untuk pelanggan industri besar I4 berdaya 30 MVA ke atas naik menjadi Rp 1.070,42/kWh. Pada Mei, tarifnya Rp 1.063,8 dan April 2015 Rp 991,6 per kWh. Sedangkan, tarif golongan khusus L/TR, TM, dan TT naik menjadi Rp 1.661,01 per kWh.Pada April, tarifnya Rp1.542,84 dan Mei 2015 Rp 1.650,73 per kWh.

Sementara berdasarkan data tersebut, untuk tarif golongan subsidi yakni R1 dengan daya 1.300 VA dan R1 daya 2.200 VA tidak mengalami perubahan, masih tetap Rp 1.352 per kWh.

Bagi PLN, penetapan tarif listrik nonsubsidi pada bulan berjalan didasarkan realisasi tiga indikator yakni kurs, harga minyak Indonesia (ICP), dan inflasi dua bulan sebelumnya. Sehingga dengan demikian, besaran tarif listrik nonsubsidi pada Juni 2015 berdasarkan acuan realisasi ketiga indikator pada April 2015.

Seperti diketahui, mulai 1 Januari 2015, pemerintah menerapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) bagi 10 golongan pelanggan listrik setelah sebelumnya sejak Mei 2014 hanya berlaku pada empat golongan.

Dengan memakai skema itu, maka tarif listrik akan mengalami fluktuasi naik atau turun yang tergantung tiga indikator yakni harga minyak, kurs, dan inflasi.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...