Home / Berita / PM Najib Razak Menunggu Sidang, Pembocor Informasi sedang Dicari

PM Najib Razak Menunggu Sidang, Pembocor Informasi sedang Dicari

PM Malaysia Najib Razak
PM Malaysia Najib Razak

Kuala Lumpur –  Perdana Menteri Najib Razak harus bersiap-siap menghadapi risiko tuntutan kriminal atas tuduhan menerima ratusan juta dolar dari badan investasi pemerintah yang dililit utang. Saat bersamaan, kepolisian Malaysia juga akan menginvestasi kasus ini untuk mencari sumber informasi yang membocorkan rahasia  transfer uang ke rekening PM Najib Razak.

Jaksa Agung Malaysia memastikan bahwa ia telah menerima sejumlah dokumen dari sebuah penyelidikan resmi yang menghubungkan PM Najib dengan badan investasi 1MDB. Adanya dokumen dokumen tersebut dilaporkan pertama kali oleh harian The Wall Street Journal edisi Asia, Jumat, menunjukkan adanya uang senilai $700 juta (Rp 9,3 triliun) ditransfer dari dana 1MDB ke rekening pribadi PM Najib.

Dokumen yang diproses oleh Kejaksaan Agung akan bergulir menjadi tuntutan kriminal. Ini merupakan salah satu krisis politik terburuk bagi Najib yang kepemimpinannya banyak mengundang kritik.

“Ini sangat merusak bagi Najib,” ujar Wan Saiful Wan Jan, yang mengepalai lembaga think tank Institute for Democracy and Economic Affairs.   Kasus seperti ini  belum pernah terjadi dalam politik Malaysia. Untuk pertama kalinya negara itu akan  melihat seorang perdana menterinya  menghadapi kemungkinan tuntutan kriminal.

Perusahaan 1MDB didirikan oleh Najib tahun 2009 untuk mengembangkan industri-industri baru. Saat ini perusahaan itu sedang menanggung utang  $11,1 miliar setelah investasi energinya di luar negeri gagal. Para kritik, yang dimotori oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, telah menyatakan kekhawatiran mereka akan besarnya utang 1MDB dan tuduhan kurangnya transparansi.

Laporan The Wall Street Journal menyebut terdapat lima kali transfer dari 1MDB ke rekening Najib. Harian tersebut mengatakan dua penyaluran dana terbesar, dengan jumlah $620 juta dan $61 juta, ditransfer ke rekening milik Najib di tengah-tengah kampanye pemilu 2013 yang berlangsung ketat.

Najib membantah laporan tersebut sebagai “sabotase politik” oleh Mahathir untuk menyingkirkannya. Mahathir, yang mundur tahun 2003 setelah menjabat 22 tahun tetap menjadi sosok politik yang sangat berpengaruh di Malaysia, dan telah menyerukan kepada Najib untuk mengundurkan diri. 1MDB sendiri mengaku tidak pernah menyalurkan dana bagi Najib.

Bersamaan dengan proses hukum itu, investasi untuk mengusut asal usul informasi sedang dilakukan kepolisian Malaysia. Dalam pernyataanya Senin  sore 13 Juli di Kuala Lumpur, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan, bocornya dokumen rahasia itu kemungkinan berawal dari penyelidikan pemerintah Malaysia atas dana investasi negara 1MDB yang bermasalah.

Ia mengatakan, semua anggota satuan tugas yang menyelidiki dana 1MDB akan diinterogasi, karena besar kemungkinan pembocor informasi itu adalah orang dalam yang menjadi bagian dari konspirasi untuk menggulingkan PM Najib. ***

Kuala Lumpur –  Perdana Menteri Najib Razak harus bersiap-siap menghadapi risiko tuntutan kriminal atas tuduhan menerima ratusan juta dolar dari badan investasi pemerintah yang dililit utang. Saat bersamaan, kepolisian Malaysia juga akan menginvestasi kasus ini untuk mencari sumber informasi yang membocorkan rahasia  transfer uang ke rekening PM Najib Razak.

Jaksa Agung Malaysia memastikan bahwa ia telah menerima sejumlah dokumen dari sebuah penyelidikan resmi yang menghubungkan PM Najib dengan badan investasi 1MDB. Adanya dokumen dokumen tersebut dilaporkan pertama kali oleh harian The Wall Street Journal edisi Asia, Jumat, menunjukkan adanya uang senilai $700 juta (Rp 9,3 triliun) ditransfer dari dana 1MDB ke rekening pribadi PM Najib.

Dokumen yang diproses oleh Kejaksaan Agung akan bergulir menjadi tuntutan kriminal. Ini merupakan salah satu krisis politik terburuk bagi Najib yang kepemimpinannya banyak mengundang kritik.

“Ini sangat merusak bagi Najib,” ujar Wan Saiful Wan Jan, yang mengepalai lembaga think tank Institute for Democracy and Economic Affairs.   Kasus seperti ini  belum pernah terjadi dalam politik Malaysia. Untuk pertama kalinya negara itu akan  melihat seorang perdana menterinya  menghadapi kemungkinan tuntutan kriminal.

Perusahaan 1MDB didirikan oleh Najib tahun 2009 untuk mengembangkan industri-industri baru. Saat ini perusahaan itu sedang menanggung utang  $11,1 miliar setelah investasi energinya di luar negeri gagal. Para kritik, yang dimotori oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, telah menyatakan kekhawatiran mereka akan besarnya utang 1MDB dan tuduhan kurangnya transparansi.

Laporan The Wall Street Journal menyebut terdapat lima kali transfer dari 1MDB ke rekening Najib. Harian tersebut mengatakan dua penyaluran dana terbesar, dengan jumlah $620 juta dan $61 juta, ditransfer ke rekening milik Najib di tengah-tengah kampanye pemilu 2013 yang berlangsung ketat.

Najib membantah laporan tersebut sebagai “sabotase politik” oleh Mahathir untuk menyingkirkannya. Mahathir, yang mundur tahun 2003 setelah menjabat 22 tahun tetap menjadi sosok politik yang sangat berpengaruh di Malaysia, dan telah menyerukan kepada Najib untuk mengundurkan diri. 1MDB sendiri mengaku tidak pernah menyalurkan dana bagi Najib.

Bersamaan dengan proses hukum itu, investasi untuk mengusut asal usul informasi sedang dilakukan kepolisian Malaysia. Dalam pernyataanya Senin  sore 13 Juli di Kuala Lumpur, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan, bocornya dokumen rahasia itu kemungkinan berawal dari penyelidikan pemerintah Malaysia atas dana investasi negara 1MDB yang bermasalah.

Ia mengatakan, semua anggota satuan tugas yang menyelidiki dana 1MDB akan diinterogasi, karena besar kemungkinan pembocor informasi itu adalah orang dalam yang menjadi bagian dari konspirasi untuk menggulingkan PM Najib. ***

Baca Juga

Bunga Acuan BI Sudah Turun, Bunga Kredit Paling Cepat Tahun Depan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI 7days repo rate sebesar ...