Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / Polda Papua Dapat Tambahan 200 Personel Brimob dari NTT dan Malut

Polda Papua Dapat Tambahan 200 Personel Brimob dari NTT dan Malut





Jayapura – Polda Papua mendapat tambahan personel Brimob dari Polda NTT (97 personel) dan Polda Maluku Utara (103 personel). Mereka ditempatkan di Tolikara terkait kisruh pilkada.

“Personel anggota Brimob BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polda NTT dan Maluku Utara ini ditambah 90 personel dari Brimob Polda Papua akan ditempatkan di kabupaten Tolikara yang saat ini masih ada keributan warga pasca Pilkada setempat,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar usai apel siaga penerimaan personel Brimob asal Polda NTT dan Polda Maluku Utara di Lapangan Brimob Kotaraja, Papua, Senin (23/10/2017).

Polda Papua Dapat Tambahan 200 Personel Brimob dari NTT dan Malut Foto: Wilpret Siagian/detikcom

Boy Rafli Amar mengatakan, penempatan di Tolikara dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik horizontal antara kubu pro dan kontra terhadap bupati Tolikara yang baru dilantik. Dia meminta para personel melakukan penyesuaian. Koordinasi dihandle oleh kapolres Tolikara.

Dijelaskan Boy Rafli, terhadap gangguan keamanan terkait pesta demokrasi, polisi melakukan upaya persuasif. Personel dilarang menggunakan peluru tajam.

“Tidak dibenarkan menggunakan peluru tajam. Mohon agar Komandan mengamankan peluru tajam untuk disimpan, upaya penggunakan senpi kecuali dalam konteks memberikan peringatan dengan peluru hampa,” tegasnya.

Di Kabupaten Tolikara, pasca pelantikan Bupati hasil Pemilukada Usman G Wanimbo dan Denius Wanimbo, massa pro Calon Jhon Tabo melakukan pemalangan jalan menuju Tolikara di kampung.

“Kita belum menjadwalkan untuk rencana pembubaran paksa terhadap aksi pemalangan jalan. Suatu saat nanti harus dilakukan. Diharapkan Karo Ops dan kapolres memberikan latihan drill-drill pembubaran massa,” kata Boy.

Polda Papua Dapat Tambahan 200 Personel Brimob dari NTT dan Malut Foto: Wilpret Siagian/detikcom

Boy Rafli juga mengingatkan bertugas di Papua tantangannya berat karena Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan provinsi lain.

“Kalau ada masalah agar menyampaikan secara berjenjang kepada Danton (komandan peleton), Wakasat (wakil kepala satuan) dan menjaga soliditas karena itu sangat penting. Mari kita mencintai rakyat Papua,” tandas mantan Kadiv Humas MAbes Polri ini.

(try/try)


Source link

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta detikHot ...