Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Polisi Gagalkan Pernikahan Laki-Laki dengan Lali-Laki di Wonosobo

Polisi Gagalkan Pernikahan Laki-Laki dengan Lali-Laki di Wonosobo

Pernikahan sesama jenis di Desa Teges Wetan Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, digagalkan polisi.

bc357a5c-9f4b-481b-903f-0596d2b1172a

Seperti yang dilansir situs resmi Polres Wonosobo, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/3). Ketika itu prosesi pernikahan sudah siap dilakukan. Bahkan pria bernama Andi Budi (27) alias Andini yang diasumsikan perempuan, sudah berpakaian layaknya pengantin perempuan.

Pengantin pria bernama Didik juga sudah berjas rapi. Tiga hari sebelum pernikahan, pihak keluarga Andi alias Andini sudah woro-woro memberi tahu adanya pernikahan. Kenduri juga sudah dilakukan dan makanan dibagi-bagikan ke warga sebagai wujud syukur pernikahan.

Seperti yang juga dilansir Detikcom, sebenarnya pernikahan ini sudah dibatalkan pihak KUA. Didik sebagai mempelai pria saat itu mengurus surat izin numpang nikah. Tetapi pihak KUA Pituruh yang mengetahui calon mempelai perempuan ternyata pria, menolak memberi izin.

Tapi rupanya pihak keluarga tetap melanjutkan pernikahan. Penolakan pun datang dari warga, hingga laporan masuk ke Polsek Kepil. Di hari pernikahan itu, anggota Polsek Kepil mendatangi rumah keluarga Andini di Desa Teges Wetan Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo.

Di lokasi polisi kemudian mengumpulkan kepala desa dan perangkat desa serta tokoh masyarakat dan tokoh agama guna memberikan penjelasan kepada calon mempelai. Kanit Reskrim Aiptu Harsono memberikan pemahaman tentang Hukum Perkawinan menurut UU No 1 Tahun 1974.

“Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa pernikahan di Indonesia harus dilakukan antara seorang laki–laki dengan seorang perempuan. Untuk satu laki–laki dengan dua perempuan atau lebih saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Apalagi ini, antara laki–laki dengan laki–laki. Hukum jelas melarangnya” ujar Aiptu Harsono kepada kedua calon mempelai dan keluarga.

Akhirnya setelah diberikan penjelasan, kedua calon mempelai dan keluarganya menyadari akan kesalahan yang telah diperbuat serta bersedia tidak melanjutkan kegiatan pernikahan tersebut.  Sementara itu calon mempelai ‘perempuan’, seperti terlihat kekecewaannya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...