Home / Berita / Regional / Polisi: Kasus Ruben Pata Sambo dan Putranya Bukan Salah Tangkap

Polisi: Kasus Ruben Pata Sambo dan Putranya Bukan Salah Tangkap

Kasus Ruben Pata Sambo dan Putranya Bukan Salah Tangkap
Polisi (kompas.com)

Kasus Ruben Pata Sambo dan Putranya Bukan Salah Tangkap – Polres Tana Toraja membantah bahwa kasus pembunuhan dan tersangka hukuman mati Ruben Pata Sambo adalah kasus salah tangkap. Polres Tana Toraja mengatakan bahwa mereka memiliki bukti kuat Ruben Pata Sambo adalah pelaku pembunuhan yang sebenarnya dan bukan rekayasa salah tangkap belaka. Polisi juga menyatakan bahwa dua tersangka, Ruben Pata Sambo dan putranya Markus Pata Sambo memang terlibat dalam kasus pembunuhan Marina Labiran sekeluarga. Tudingan dan tuduhan salah tangkap yang ditujukan kepada jajrannya membuat Waka Polres Tana Toraja, Kompol Philipus Pini bereaksi. Kompol Philipus Pini mengatakan bahwa bapak dan anak ini adalah otak dari pembantaian Marina Labiran sekeluarga, jadi tidak ada salah tangkap atau rekayasa polisi di sini. Okezone menulis pernytaan Kompol Philipus Pini “Ruben Pata Sambo, Markus Pata Sambo, dan Agustinus Pata Sambo berdasarkan fakta dan keterangan saksi, aktor utama dalam pembunuhan keji tersebut. Hal ini juga dikuatkan dalam rekonstruksi dimana para pelaku saat itu tidak ada yang menyanggah keterlibatan Ruben dan Markus.”

Indikasi adalanya salah tangkap yang dilakukan polres Tana Toraja ini bermula dari kesaksian 4 orang yang menyebutkan dalam surat bermaterai bahwa Ruben Pata Sambo dan Markus Pata Sambo bukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Mereka adalah Yulianus Maraya, Juni, Petrus Ta’dan , dan Agustinus Sambo yang keempatnya warga Jalan Ampera, Makale, Tana Toraja, membuat pernytaan bermaterai yang mengakui bahwa mereka adalah pelaku sebenarnya. Surat ini sudah ada dan dibuat sejak 30 November 2006 setelah satu tahun pembunuhan keji itu terjadi. Namun pernyataan 4 tersangka diatas seolah menjadi angin lalu bagi pihak pengadilan dan tetap memejarakan Ruben Pata Sambo dan putranya serta dijatuhi vonis hukuman mati. Ruben dan putranya Markus sendiri sudah mendekam di penjara sejak 2006 lalu. Kini Ruben ditahan di Lapas Lowokwaru, Malang dan putranya diahan di Lapas Porong, Sidoarja Dan sejak saat itu keduanya selalu mencari pembuaktian bahwa bukan merekalah pelaku yang sebenarnya. Namun upaya banding yang diajukan oleh terdakwa selalu ditolak oleh pengadilan.

Pihak Kontras yang telah lama memantau kasus ini menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan tindakan terkait dugaan salah tangkap yang terjadi pada Ruben dan putranya. Mereka bahkan mengatakan akan membawa kasus ini ke dunia internasional. Saat diemui wartawan Jumat (14/06/2013) lalu, Koordinator Badan Pekerja KontraS Jawa Timur dan Jawa Tengah, Andy Irfan, mengatakan kasus ini akan dibicarakan dna dikampanyekan saat kongres menolak hukuman mati mendatang di Madrid, Spanyol.

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...