Home / Berita / Polisi Sebuat kalau Korban prostitusi Homoseksual Mayoritas Keluarga tak Mampu

Polisi Sebuat kalau Korban prostitusi Homoseksual Mayoritas Keluarga tak Mampu

prostitusi-online-

 

Anak-anak lelaki yang jadi korban kasus praktik prostitusi “online” untuk para homoseksual mayoritas berasal dari keluarga tidak mampu.

“Mereka kebanyakan dari keluarga yang tidak mampu. Mungkin (alasan) kebutuhan ekonomi,” ujar Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/8).

Menurutnya, keluarga korban umumnya tidak mengetahui anaknya menjalani profesi sebagai pekerja seks.

Anak-anak yang menjadi korban dalam kasus ini berusia antara 12 tahun hingga 15 tahun.

“Dari enam anak yang menjadi korban, lima anak masih sekolah, satu anak yang putus sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tersangka mucikari berinisial AR menawarkan jasa kepada pelanggan melalui jejaring sosial Facebook. Setelah sepakat, pelanggan kemudian mentransfer setengah dari kesepakatan harga transaksi.

Berikutnya pelanggan melunasi sisa transaksi pada saat bertemu dengan korban.

Kabareskrim menyebut kalau tarif yang ditawarkan AR kepada para pelanggannya adalah sebesar Rp1,2 juta yang dibayar melalui transfer bank. Sedangkan uang yang diterima korban berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
 

 

 

Baca Juga

Pria Berpisau Lakukan Penyerangan di Pusat Perbelanjaan di Polandia

Jakarta – Seorang pria Polandia berusia 27 tahun melakukan serangan di pusat perbelanjaan yang ramai ...