Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Polisi yang Mutilasi Anaknya, Ngaku Dapat Perintah Tuhan!

Polisi yang Mutilasi Anaknya, Ngaku Dapat Perintah Tuhan!

“Dia menganggap apa yang dilakukannya itu perintah dari Tuhan” ungkap Kapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto.

Polisi yang Mutilasi Anaknya, Ngaku Dapat Perintah Tuhan!

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus menyelidiki kasus mutilasi anggota Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus terhadap anaknya. Menurut Kapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto pihaknya memperbantukan dokter fo‎rensik untuk mengusut kasus ini.

“Sekarang sedang bekerja di rumah sakit untuk otopsi sebagai alat bukti nantinya. Tim inafis akan olah TKP dengan tim penyidik, sementara tim penyidik yang lain akan memeriksa saksi-saksi” ungkap Arief Sulistyanto, Jumat 26 Februari 2016.

Jenderal Bintang satu ini mengatakan, Brigadir Petrus kini sudah ditahan. Kondisinya pelaku dalam keadaan sehat saat ini. Pelaku, lanjut Kapolda menjawab pertanyaan dari tim penyidik dengan tenang. Pihaknya juga akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi psikologis Brigadir Petrus.

“Dia menganggap apa yang dilakukannya itu perintah dari Tuhan. Dia mendapat bisikan untuk melakukan itu semua. Jadi dia merasa sadar dan tidak menyesal. Anaknya pun ikhlas katanya. Tersenyum saat dibunuh dan dia tenang” tambah Arief, seperti yang dilansir Liputan6.

“Dari hari-hari dalam keadaan baik, bahkan waktu pilkada yang bersangkutan terpilih menjadi pendamping calon bupati. Karena fisiknya bagus, hanya dalam perkembangan lalu ada kondisi kejiwaan begini ini kan diluar pengetahuan kami” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...