Home / Berita / Regional / Polisi yang Pertama Kali Temukan Mayat Engeline Berikan Kesaksian, Ini Penuturannya

Polisi yang Pertama Kali Temukan Mayat Engeline Berikan Kesaksian, Ini Penuturannya

hotman-paris-sidang-kedua_20151027_145536

Dua orang saksi anggota polisi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agung Kusuma Jaya dan Ketut Rayun memberikan kesaksian sebagai anggota polisi yang pertama kali menemukan mayat Engeline di rumah ibu angkatnya Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. Keduanya adalah anggota tim buser Polrestabes Denpasar itu menjadi saksi dalam kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Agustinus Tae.

Ketua majelis hakim, Edward Haris Sinaga dengan anggota hakim anggota yaitu I Wayan Sukanila dan Agus Wahyu Cahyono menanyakan secara bergantian soal peran saksi ketika bertugas dan kronologi detail penemuan mayat Engeline.

“Jelaskan apa peran Saudara dalam operasi disana dan bagaimana kronologi awal saat saudara Agung menemukan mayat?,” demikian tanya Edward Haris Sinaga ketika persidangan berlangsung, Kamis (27/10).

Di dalam kesaksiannya Agung mengungkapkan bahwa ia adalah anggota polisi yang pertama kali menemukan gundukan tanah di daerah kandang ayam yang belakangan diketahui ialah kuburan Engeline pada Rabu (10/06) silam sekitar pukul 11.50 wita.

Agung juga menjelaskan bahwa ia mencangkul gundukan tanah lalu menggaruk tanah itu engan tangannya. Ketika itulah Agung menemukan kain putih lalu mengangkat bungkusan itu ke permukaan. Barulah diketahui kalau ternyata bungkusan kain putih itu ialah mayat bocah cantik bernama Engeline.

“Awalnya menemukan tanah merah agak cekung di atasnya ada bambu, tai ayam kering dan limbah air di dalamnya tapi atas tanahnya kering. Saya cangkul tanahnya gembur, lalu garuk pakai tangan dan menemukan kain putih. Kelihatan lah ada celana jeans biru, baru saya angkat akhirnya ada mayat (Engeline) itu,” jelas Agung.

Ditambahkan oleh Agung, tentang kondisi jenazah, posisi fisik jenazah dan pakaian yang menempel di jasad jenazah dan barang bukti yang bersama jenazah saat pertama kali ditemukan.

“Ya posisi kakinya menekuk dan beberapa bagian badan tak utuh juga membusuk,” terang Agung.

Agung juga menerangkan kalau Agustinus, Margrieth dan Yvone ditangkap di hari yang sama, Rabu, (10/06). Margriet dan Yvone ditangkap di sebuah supermarket saat berbelanja, sementara Agus dibekuk di rumah kosnya.

“Di waktu bersamaan saat penemuan mayat. Agus di rumah kosnya, Margrieth dan Yvone ditangkap bersama saat di Lotte mart,” imbuhnya.

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...