Home / Berita / Politik / Politikus PDIP : Gaji Presiden Sepantasnya dinaikkan, Paling Nggak Rp 200 Juta

Politikus PDIP : Gaji Presiden Sepantasnya dinaikkan, Paling Nggak Rp 200 Juta

Trimedya_Panjaitan456

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR, Trimedya Panjaitan, mengugkapkan bahwa presiden seharusnya digaji paling sedikit Rp 200 juta per bulan. Besaran gaji itu, menurut Ketua DPP PDIP tersebut, sesuai dengan tanggung jawab dan kompleksitas masalah.

“Kalau dilihat tanggung jawab, kompleksitas masalah, dan beban kerja sebagai presiden, gaji sebesar Rp 200 juta sudah wajar,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).

Dilanjutkan olehnya, sekarang kan sekitar Rp 62 juta. Paling enggak Rp 200 juta, tapi mampu enggak negara?”

Dari pengamatan Trimedya, jika dibandingkan dengan gaji kepala negara di negara-negara ASEAN, maka gaji Presiden Republik Indonesia sudah sepantasnya dinaikkan.

“Gaji presiden kita kecil, coba bandingkan dengan gaji presiden di negara ASEAN saja, jauh sekali bedanya,” tutur Wakil Ketua Komisi Hukum itu.

Namun demikian, Trimedya menuturkan bahwa kenaikan gaji presiden harus dilihat dari momentum.

“Tinggal momentum, apakah tahun ini atau tahun depan, karena disesuaikan dengan APBN. Yang penting gaji pokok saja karena berpengaruh pada uang pensiun,” imbuhnya.

 

 

 

 

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...