Home / Berita / Politik / Politisi PKB Dipecat, Setelah Pesta Seks Dengan 2 PSK Ini

Politisi PKB Dipecat, Setelah Pesta Seks Dengan 2 PSK Ini

Indra Iskandar (28) akhirnya resmi dipecat Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jatim dari keanggotaan, setelah ditangkap polisi pesta narkoba dan seks.

Politisi PKB Dipecat, Setelah Pesta Seks Dengan 2 PSK Ini

Keputusan pemecatan itu tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor: 4932/DPW-03/IV/A.1/XI/2015, tertanggal 19 November 2015, disusul SK kedua dengan nomor: 4933/DPW-03/IV/A.1/XI/2015 berisi instruksi kepada DPC PKB Kota Pasuruan untuk memberhentikan dan sekaligus melakukan pergantian antar waktu (PAW) keanggotan Indra dari Fraksi PKB.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan jika semua anggota PKB wajib menjaga kehormatan, martabat dan nama baik di masyarakat. Namun apa yang dilakukan Indra Iskandar justru sebaliknya, sehingga berdampak sangat buruk bagi dirinya dan citra partai.

Keputusan memecat tersangka tanpa menunggu putusan pengadilan dilakukan karena menurut Abdul tindakan Indra sudah sangat merusak citra PKB dan Dewan. Tentu saja apa yang dilakukan Indra Iskandar tidak bisa ditolerir, sehingga para kiai sesepuh PKB meminta agar DPW PKB Jatim langsung memecatnya.

Dua wanita yang ditangkap bersama mantan politisi PKB itu adalah Shinta alias SA (23) dan Citra alias CD (20). Polisi juga mengamankan dua butir pil ekstasi. Konsumsi narkoba itu menurut kesaksian Shinta dan Citra dilakukan Indra untuk meningkatkan stamina dan gairah seksnya.

Kedua perempuan itu mengaku di-booking hanya untuk short time dengan bayaran masing-masing Rp 3 juta. Perbuatan Indra dilakukan di kamar Hotel Q yang ada di wilayah Surabaya Barat tempat Shinta dan Citra menginap. Usai melampiaskan nafsu biologisnya, anggota dewan itu disebutkan Shinta balik ke kamar Apartemen Somerset Hotel.

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...