Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Polri yakin Pengamanan Tolikara Sesuai Protap, Empat orang akan jadi Tersangka

Polri yakin Pengamanan Tolikara Sesuai Protap, Empat orang akan jadi Tersangka

Kapolri Jendral Pol Badrodin haiti
Kapolri Jendral Pol Badrodin haiti

Jakarta —  Pengusutan kasus pembakaran masjid dan rumah penduduk di Kabupaten Tolikara, Papua 17 Juli lalu, mulai jelas setelah polisi memastikan kalau mereka akan menetapkan empat tersangka utama dalam kasus itu.  Kemungkinan penetapan keempat tersangka ini akan dilakukan hari ini.

“Saksi yang diperiksa ada 37 orang, tersangka secara resmi belum ditetapkan tapi calonnya ada empat,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan‎, Rabu 22 Juli di Mabes Polri. Anton melanjutkan siapapun yang diduga terlibat pasti akan didalami. Tapi Anton enggan membocorkan nama atau kelompok yang menjadi tersangka.

“Polri serius menangani persoalan ini, percayakan pada kami. Ini persoalan serius dan sensitif. Jadi kami cukup hati-hati melaksanakan tugas ini,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Fuad Basya menuturkan ‎kejadian di Tolikara ada yang mengharapkan dan mereka yang mengharapkan pastinya tidak suka Indonesia maju.

“Masyarakat jangan mudah termakan berita-berita yang simpangsiur. Mari kita sama-sama meredam persoalan. Mari percayakan semua proses ini ke Polri, termasuk TNI sendiri kami siap bantu apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memastikan, penembakan oleh aparat keamanan terhadap massa di Tolikara, Papua, semata-mata  untuk membubarkan aksi penyerangan terhadap umat Muslim saat salat Id. Semua itu sudah sesuai dengan prosedur.

“‎Saya katakan tidak ada pelanggaran. Tapi saya tegaskan bahwa itu akan dilakukan pemeriksaan juga,” tegas Badrodin, Rabu 22 Juli di Mabes Polri, Jakarta.

‎Dijelaskan Badrodin, adanya penembakan itu merupakan upaya dari perlindungan Polri terhadap masyarakat, yakni mereka ‎yang tengah melaksanakan ibadah. Menurut Badrodin anak buahnya melakukan upaya tembakan saat itu karena aksi para pelaku penyerangan sudah sangat jelas melanggar konstutisi yang ada. Sehingga apabila ditembak, itu merupakan risiko karena melanggar konstitusi. ***

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...