Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Praktik Gestun yang Dilarang dan Akan Diberantas, Namun Tetap Eksis

Praktik Gestun yang Dilarang dan Akan Diberantas, Namun Tetap Eksis

Seperti sebuah lagu Dangdut yang mengatakan bahwa “apa yang enak enak pasti dilarang”. Demikian pula dengan Gestun (Gesek Tunai) kartu kredit yang dilarang oleh otoritas moneter. Menurut pemilik kartu kredit transaksi gestun adalah enak, mudah, cepat dan aman serta murah.

Berdasarkan data transaksi kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank Indonesia hingga Maret 2015 tercatat transaksi kartu kredit senilai Rp 24,02 triliun dengan volume sebanyak 23,29 juta transaksi.

Dari transaksi satu bulan kartu kredit diperkirakan sekitar 15 % dari nilai tersebut yang merupakan transaksi gestun penjelasan Darmadi Sutanto selaku Ketua Umum ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia).

Transaksi gestun cukup besar dan bervariasi setiap bank ada yang 30 % dari nilai transaksi kartu kredit berupa gestun. Kalau 15 % saja sudah sekitar Rp 3,1 triliun uang diputar dan bank harus bayar cost of fund, tambah Darmadi.

General Manager AKKI (Asosiasi Kartu Kredit Indonesia) Steve Martha mengatakan praktek gestun di Indonesia cukup besar karena ada permintaan dari masyarakat yang memilih menarik uang tunai melalui kartu kredit dengan fee yang lebih rendah dibandingkan dengan meminjam kredit di Bank.

Penarikan tunai biasanya dilakukan karena pemilik kartu kredit membutuhkan uang kas. Mau minta kredit ke bank jelas tidak mungkin karena perlu waktu dan birokrasi cukup panjang. Pinjam uang ke saudara atau teman juga tidak mungkin karena merasa sungkan dan takut ditolak. Nah disinilah Kartu Kredit bisa menjadi penyelamat bagi yang memilikinya.

Sebenarnya untuk mendapatkan uang tunai dari kartu kredit, pemilik kartu kredit bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh bank penerbit yaitu dengan :
a. Penarikan uang tunai melalui ATM namun biasanya dibatasi nilai transaksinya dan biaya penarikan dan bunganya mahal.
b. Menggunakan fasilitas power cash/dana tunai (istilah tiap bank berbeda beda) biasanya ditawarkan melalui telemarketing atau langsung telepon ke bank penerbit kartu kredit dan apabila disetujui dana langsung di transfer kerekening tabungan pemilik kartu. Biasanya pemilik kartu diimingi dengan bunga dibawah 1 % per bulan pembayarannya dicicil selama maksimal 12 bulan. Namun proses persetujuan memakan waktu 1 sampai dengan 7 hari.

Kedua transaksi untuk mendapatkan uang tunai tersebut di atas disediakan oleh pihak perbankan penerbit kartu kredit secara legal dan diperbolehkan Namun dikalangan pemilik kartu kredit ada cara lain untuk mendapatkan uang tunai yaitu dengan transaksi gestun di merchant yang menyediakan fasilitas gestun. Transaksi gestun kartu kredit seolah-olah berbelanja di merchant (pedagang), namun yang diperoleh bukan barang melainkan uang tunai.

Transaksi gestun adalah ilegal menurut Bank Indonesia, praktik gestun dilarang Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Menurut Ketua Umum ASPI praktik gestun ini selain berpotensi merugikan pemegang kartu kredit juga merugikan bank karena merchant yang melayani transaksi gestun menikmati selisih suku bunga sedangkan bank menanggung biaya dana. Namun tanpa menjelaskan secara rinci mekanisme timbulnya kerugian di pihak pemilik kartu kredit dan bank penerbit kartu kredit.

Gesek tunai kartu kredit semacam permainan labirin yang sulit dilacak, dibongkar atau diberantas. Juga tidak ada yang menang dan kalah serta tidak ada pihak yang dirugikan. Dipihak bank yang menerbitkan kartu kredit tentunya senang apabila limit kartunya digunakan oleh pemiliknya karena mendapat kompensasi bunga tinggi dan dalam komponen bunga tinggi tersebut sudah dicadangkan untuk kerugian atau risiko kartu kredit bermasalah. Selain itu dalam setiap penerbitan kartu kredit tentunya pihak bank sudah mencadangkan biaya dananya seperti pemberian kredit umum lainnya.

Dipihak pemilik kartu tentunya dengan mendapatkan uang cash bisa digunakan untuk usaha atau untuk keperluan mendadak namun tetap harus bertanggungjawab terhadap apa yang sudah dilakukannya yaitu dengan membayar seluruh tagihan dan hutangnya.

Kalau melihat transaksi gestun cukup besar dan berpotensi menghasilkan keuntungan bagi pihak bank maka hal ini merupakan peluang bagi perbankan untuk berinovasi dalam menciptakan produk baru yang berbasis gestun tersebut. Dimana tentunya dengan mengkaji keuntungan dan risiko yang akan timbul, sehingga transaksi gestun menjadi transaksi halal dan tidak dilarang oleh pihak otoritas keuangan.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...