Home / Berita / Nasional / Presiden Bagikan KIS, Lapor Jika Tak Dapat Pelayanan Baik

Presiden Bagikan KIS, Lapor Jika Tak Dapat Pelayanan Baik

 

kis-kks-kip

Presiden RI Joko Widodo hari Senin (4/5) ini membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Klaten, Jawa Tengah.

Sebanyak 1.646 KIS dibagikan kepada mereka, Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Terkait dengan KIS, Presiden berharap semua pemegang kartu mendapatkan pelayanan yang baik ketika berobat di rumah sakit yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Pakai KIS harus dilayani dengan di RS oleh dokter, perawat,” kata Jokowi.

Jika tidak melayani dengan baik, sambungnya, dirinya meminta warga melapor kepadanya maupun Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, yang hadir dalam acara tersebut.

Menurut Presiden, semua warga harus mendapat pelayanan yang sama di rumah sakit.

“Bayar juga,kan. Yang bayar negara. Kalau ada yang melayani tidak baik, segera dilaporkan. Misalnya dibentak-bentak. Orang sakit dibentak-bentak itu enggak boleh,” ujarnya.

Agar program ini berjalan dengan baik, Jokowi akan memaksa pihak terkait.

“Saya akan memaksa semua rumah sakit swasta untuk bekerja sama dengan BPJS. Jika tidak, Jokowi tak segan-segan memberikan sanksi kepada RS seperti pencabutan izin,”ungkap Jokowi.

Berdasarkan data, sejauh ini sudah ada sekitar 1800 rumah sakit pemerintah maupun swasta telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Program KIS sendiri hingga saat ini telah didistribusikan sebanyak lebih dari 4 juta kartu kepada peserta PBI yang tersebar di 18 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Tahun 2015 ini, BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan menargetkan pendistribusian KIS sebanyak 81.973.990 untuk peserta PBI secara bertahap.

Pada bagian lain, beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyayangkan karena masih banyak masyarakat yang belum tahu hak dan manfaat menggunakan KIS. Diperlukan waktu untuk perubahan mindset atau perilaku masyarakat, karena tidak semua bisa langsung mengerti.

“Meskipun sosialisasi sudah disebar melalui media iklan dan televisi, cara tersebut belum efektif,”ujar Nila.

Saya kira, lanjutnya, sosialisasi KIS ada di televisi, iklan, dimana-mana bisa dilihat dan jelas dikatakan. Kita juga harapkan dari mulut ke mulut itu bisa, agar suksesnya implementasi KIS di tahun 2015.

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...