Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Presiden Jokowi : Aksi Teror Tak Ada Kaitan dengan Agama, Bangsa dan Ras

Presiden Jokowi : Aksi Teror Tak Ada Kaitan dengan Agama, Bangsa dan Ras

Jokowi33

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pandangan Indonesia di tengah KTT Perubahan Iklim, COP 21 UNFCCC, Paris, Prancis, Senin (30/11).

Di awal pidatonya, Presiden Jokowi terlebih dahulu menyampaikan dukacita yang mendalam atas aksi teror di Paris pada tanggal 13 November 2015 lalu, dimana menelan korban sipil yang tidak berdosa.

Aksi itu merenggut lebih dari 130 jiwa warga sipil meninggal dan lebih dari seratus orang luka-luka.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia menegaskan bahwa Islam mengajarkan perdamaian. Islam mengajarkan toleransi,” tutur Presiden Jokowi seperti dilansir antara.

Menurut Presiden, tindakan teror tersebut tidak ada kaitannya dengan agama, bangsa, dan ras.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyatakan untuk memberikan dukungan politik kuat terhadap suksesnya COP 21.

Sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paru-paru dunia, lanjut Presiden, Indonesia telah memilih untuk menjadi bagian dari solusi.

“Pemerintah yang saya pimpin, akan membangun Indonesia dengan memperhatikan lingkungan,” jelas Jokowi.

Presiden menegaskan, Indonesia memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap perubahan iklim karena dua pertiga wilayahnya terdiri atas laut, memiliki 17.000 pulau, banyak di antaranya pulau-pulau kecil, 60 persen penduduk tinggal di pesisir dan 80 bencana selalu terkait dengan perubahan iklim.

Hal itu dijelaskan Presiden Jokowi dengan mengetengahkan bahwa baru-baru ini, Indonesia mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. El Nino yang panas dan kering telah menyebabkan upaya penanggulangan menjadi sangat sulit. Namun, telah dapat diselesaikan.

Menyikapi hal itu, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa penegakan hukum secara tegas telah dilakukan. Langkah prevensi telah disiapkan dan sebagian mulai implementasikan, restorasi ekosistem gambut dengan memulai pembentukan Badan Restorasi Gambut.

tetapi, kerentanan dan tantangan perubahan iklim tersebut tidak menghentikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam aksi global menurunkan emisi.

Penurunan emisi itu dilakukan dengan mengambil langkah di berbagai bidang antara lain bidang energi dengan pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif, peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025, dan pengolahan sampah menjadi sumber energi.

Langkah yang diambil di bidang tata kelola hutan dan sektor lahan, melalui penerapan one map policy, menetapkan moratorium dan review ijin pemanfaatan lahan gambut dan pengelolaan lahan dan hutan produksi lestari.

Sedangkan langkah yang diambil di bidang maritim adalah mengatasi perikanan ilegal dan perlindungan keanekaragaman hayati laut yang semuanya melibatkan rakyat.

Di akhir pidatonya, Presiden Joko Widodo mengharapkan kesepakatan baru yang dapat mencerminkan keseimbangan, keadilan serta sesuai prioritas dan kemampuan nasional.

“Untuk mencapai kesepakatan Paris, semua pihak, saya ulangi, semua pihak harus berkontribusi lebih dalam aksi mitigasi dan adaptasi, terutama negara maju,” terang Presiden Jokowi.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...