Home / Headline / Presiden Jokowi Bertemu WNI di AS : Indonesia Tidak Alami Krisis, Ekonomi Masih Tumbuh

Presiden Jokowi Bertemu WNI di AS : Indonesia Tidak Alami Krisis, Ekonomi Masih Tumbuh

presiden jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan masyarakat dan diaspora Indonesia di Amerika Serikat menuturkan bahwa kondisi di Tanah Air tidak sedang dalam keadaan krisis sebab ekonomi masih tumbuh bahkan termasuk dalam lima besar dunia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Wisma Tilden Washington DC, Minggu (25/10) sore, dibandingkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya berbeda jauh ketika keadaan pada tahun 1998.

“Krisis-krisis, mana yang namanya krisis kalau moneter jatuh pertumbuhan (ekonomi) minus. Negara-negara lain iya, kita masuk lima besar pertumbuhan ekonominya. Senengnya kok menjelekkan diri sendiri,” ujarnya disambut dengan tawa dan tepuk tangan lebih dari 1.250 masyarakat Indonesia yang tinggal di AS.

Ditambahkan oleh Presiden Jokowi, perlu dibangun rasa optimistis karena kompetisi setiap negara semakin ketat sehingga jika tidak satu visi atau satu gagasan besar maka sulit untuk memenangkan persaingan.

Ia memaparkan perbandingan perekonomian Indonesia pada 1998 dibandingkan saat ini.

“Jadi kalau melihat posisi ekonomi kita tidak ada rasa pesimistis tidak ada dalam keadaan krisis, contoh dengan tahun 1998 pertumbuhan ekonomi minus 13,1 persen saat ini kita masih plus 4,7 persen bahkan kuartal ketiga menurut BI bisa 4,85 persen,” jelasnya seperti dilansir sebuah media online.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia tidak pesimistis.

“Saya sampaikan bahwa negara kita perlu transformasi fundamental ekonomi yang dulunya bertumpu pada konsumsi, penjualan bahan mentah kita mulai ke produksi, industri, dan investasi. Memang diawal sulit, pahit ya tapi dalam jangka menengah panjang bahwa jalan yang akan kita lalui adalah jalan yang benar,” terangnya.

Indonesia, kata Presiden, pernah melewatkan booming mulai dari booming minyak, booming kayu, dan booming minerba. Ia mengatakan booming minerba Indonesia bisa sedikit memanfaatkan peluang meskipun jika diteruskan maka sumber daya alam itu akan habis.

 

 

 

Baca Juga

Apple Kirim iOS 11.1 Beta 4, Apa yang Baru?

Jakarta – Apple kembali menggelontorkan pembaruan iOS 11.1 beta untuk para developer. Ini merupakan beta ...