Home / Headline / Presiden Jokowi Bilang Jangan Ada Program Kementerian Dengan Bahasa Bersayap, Apa Maksudnya?

Presiden Jokowi Bilang Jangan Ada Program Kementerian Dengan Bahasa Bersayap, Apa Maksudnya?

176.presiden jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek yang dibuat oleh Kementerian/Lembaga Negara, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 agar jelas, tidak ada program yang dibuat dengan kalimat bersayap. Presiden Jokowi juga meminta, anggaran yang dibelanjakan harus tepat sasaran.

“Cek satu per satu, detil program jangan muncul lagi program yang tidak jelas, yang tidak konkret, atau kalimatnya bersayap dengan kalimat absurd,” tutur Presiden Jokowi dalam sambutannya di acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12) seperti dilansir sebuah media online.

Presiden Jokowi mencontohkan, misalnya yang terjadi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program yang diusung adalah pemberdayaan nelayan namun realisasinya hanyalah perbaikan trotoar dermaga. Sehingga Menteri KKP, Susi Pudjiastuti mengapus program itu.

“Ini yang tegas tegas menyampaikan KKP. Pemberdayaan, peningkatan ini absurd. Yang jelas jelas saja lah beli kapal beli benih. Kalau pemberdayaan ngecat ngecar trotoar dibilang pemberdayaan,” tuturnya.

Pun halnya dengan yang terjadi di Kementerian Pertanian (Kementan). Anggaran yang disediakan cukup besar, maka menurut Presiden Jokowi seharusnya diarahkan pada belanja barang yang lebih jelas, misalnya penyaluran benih atau sejenisnya.

“Kalau pertanian beli benih. Itu jelas,” jelasnya.

Ditambahkan pula Presiden Jokowi, sangat disayangkan jika anggaran yang sediakan untuk pembangunan sangat besar, akan tetapi pelaksanaannya tidak tepat.
 

Baca Juga

Start dari Posisi 11, Dovizioso Sebut Finis di Podium Memungkinkan

Phillip Island – Andrea Dovizioso tak menjalani kualifikasi MotoGP Australia dengan baik karena terjatuh. Start ...