Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Presiden Jokowi Pertanyakan, Kenapa Penyerapan Anggaran Begitu Rendah? Apa Takut?

Presiden Jokowi Pertanyakan, Kenapa Penyerapan Anggaran Begitu Rendah? Apa Takut?

presiden jokowi457

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa tidak senang, penyebabnya melihat rendahnya serapan anggaran, khususnya anggaran transfer ke daerah. Ia menyebutkan kalau sekarang ini di pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota masih ada uang Rp259 triliun, sangat besar sekali.

“Padahal uang itu kalau dibelanjakan akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Belanjakan pada tempat yang tepat. Uang itu ditunggu masyarakat kalau dibelanjakan, uangnya bisa berputar,” ujar Presiden Jokowi ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2015, yang diselenggarakan di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/11) malam, seperti dilansir sebuah media online.

Presiden Jokowi pun mempertanyakan rendahnya penyerapan anggaran itu, sebab duitnya ada namun membelanjakannya terlambat. Biasanya, sambung Presiden, duitnya yang susah, ini duitnya sudah ada.

“Apa masalahnya? Takut? Takut apa? Saya tanya, takut? Takut apa? Kalau Bapak/Ibu semuanya tidak mengambil serupiah pun, yang ditakuti apa?” tutur Presiden Jokowi dengan nada bertanya.

Presiden Jokowi pun berjanji akan membantu pemda agar penyerapan anggaran bisa maksimal.

“Kalau kebijakan, bisa menunjukkan pada saya dan itu betul, saya akan back-up penuh,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun bercerita soal pengalamannya saat menjadi walikota dan juga gubernur, yang tidak pernah takut saat membelanjakan dana APBD.

“Nggak pernah. Karena saya juga nggak, serupiah pun nggak pernah pegang-pegang yang namanya uang,” katanya.

Soal rendahnya penyerapan anggaran itu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa tahun depan caranya akan berbeda. Kalau yang naruh uangnya terlalu banyak di bank, nanti yang ditransfer bukan uang lagi.

“Kalau uang cash lagi nanti ditaruh di deposito. Nanti yang kita transfer yang serapannya rendah adalah surat utang. Artinya kalau daerah itu memerlukan Rp102 miliar, ya Rp102 miliar yang diambil,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan hal itu harus dilakukan sehingga negara ini efisien.

“Uang kalau sudah ditransfer memang harus digunakan,” terangnya.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...