Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Presiden Jokowi : Saya dihina Sudah Makanan Sehari-hari, Kalau Mau Bisa Saja Memidanakan Para Penghinanya

Presiden Jokowi : Saya dihina Sudah Makanan Sehari-hari, Kalau Mau Bisa Saja Memidanakan Para Penghinanya

jokowi-280115-750x420-750x420

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sedikit komentarnya tentang pasal penghinaan presiden yang kembali dihidupkan dalam RUU KUHP. Namun demikian, sebelumnya, Jokowi bertutur soal apa yang menimpanya terkait urusan penghinaan. Ia mengaku sejak menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan sampai menjadi presiden, menerima banyak hinaan dan caci maki.

“Kalau saya sejak Walikota, jadi Gubernur (DKI Jakarta), jadi Presiden itu yang namanya diejek, dicemooh, dicaci sudah makanan sehari-hari,” ungkap Jokowi di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Selasa (4/8).

Jokowi mengakui, dirinya bisa saja memidanakan para penghinanya itu. Namun, hal tersebut tidak dia lakukan.

“Ribuan (pelaku penghinaan) kalau kayak gitu, kalau saya mau (laporkan ke polisi). Tapi, sampai detik ini, hal tersebut kan tidak saya lakukan,” ujar Jokowi mengomentari soal pengajuan pasal penghinaan presiden dalam revisi UU KUHP yang dilakukan pemerintah.

Walau tidak menanggapi cemooh, cacian, ataupun hinaan, Jokowi menilai Indonesia tetap harus mengedepankan prinsip kesantunan. Presiden, kata dia, juga merupakan simbol negara yang harus dilindungi.

Oleh karenanya, Ia mendukung adanya penerapan pasal itu. Menurut Jokowi, pasal itu ditujukan untuk jangka panjang dan tidak hanya untuk kepentingannya pribadi.

Selain itu, dia menyebut pasal penghinaan presiden yang saat ini ada dalam RUU KUHP juga untuk memproteksi masyarakat yang kritis supaya tidak dipidana.

“Jadi, yang ingin mengkritisi, ingin memberikan pengawasan, ingin memberikan koreksi, ya silakan. Jangan sampai nanti ada yang membawa ke ‘pasal karet’,” tuturnya.

Seperti diketahui, di dalam Pasal 263 RUU KUHP ayat 1 yang disiapkan pemerintah disebutkan bahwa “setiap orang yang di muka umum menghina presiden atau wakil presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.”

Di dalam ayat selanjutnya ditambahkan, “tidak merupakan penghinaan jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jelas dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.”

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...