Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Presiden Jokowi : Saya Tidak Apa-apa Dikatain Presiden Gila, Saraf, Tapi Jangan Dicatut

Presiden Jokowi : Saya Tidak Apa-apa Dikatain Presiden Gila, Saraf, Tapi Jangan Dicatut

presiden jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tak masalah disebut sebagai presiden gila, hingga presiden keras kepala (Koppig).

“Saya enggak apa-apa dikatain presiden gila, presiden sarap, presiden koppig. Enggak apa-apa,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (07/12) malam seperti dilansir sebuah media online.

Dengan nada sedikit marah Presiden Jokowi mengungkapkan hal itu di depan wartawan selepas jumpa pers mendadak tentang pilkada Serentak.

Menurut Presiden Jokowi, proses yang berjalan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memang harus dihormati.

“Tapi, tapi tidak boleh yang namanya lembaga negara itu dipermainkan. Lembaga negara itu bisa kepresidenan, bisa lembaga negara lain,” katanya.

Tetapi Presiden Jokowi menegaskan jika sudah menyangkut wibawa dan mencatut namanya untuk meminta saham 11 persen Presiden Jokowi menegaskan hal itu tidak bisa dibenarkan.

“Tapi kalau sudah menyangkut wibawa mencatut meminta saham 11 persen itu saya enggak mau! Enggak bisa!” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, hal itu menyangkut masalah kepatutan, kepantasan, dan moralitas.

“Ini masalah kepatutan, kepantasan, moralitas! Itu masalah wibawa negara,” ujarnya.

Seperti diketahui Menteri ESDM Sudirman Said pada Senin, 16 November 2015 melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan pelanggaran etika. Sudirman melaporkan lantaran Setya diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjan‎gan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

MKD sendiri sebelumnya telah melakukan 2 kali sidang terbuka dengan menghadirkan Sudirman Said dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.‎ Sementara pada Senin (7/12) sidang yang menghadirkan Setya Novanto dilangsungkan secara tertutup.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...