Home / Berita / Dunia / Presiden Perancis: Penyadapan AS Tak Dapat Diterima

Presiden Perancis: Penyadapan AS Tak Dapat Diterima

Presiden Perancis, Francois Hollande, menggelar pertemuan darurat dengan para menteri dan komandan militer pada Rabu (24/6) menyusul laporan WikiLeaks bahwa NSA telah telah memata-matai tiga presiden Perancis terakhir, yaitu Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Francois Hollande, Dia menyerukan bahwa penyadapan yang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, NSA, terhadap tiga presiden Perancis ,tidak dapat dterima dan diapun menekankan bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir tindakan yang dinilai mengancam keamanan ini.

“Perancis tidak akan mentolerir tindakan yang mengancam keamanan dan kepentingan Perancis,” bunyi pernyataan dari kantor kepresidenan Perancis, sembari menambahkan bahwa sejumlah tuduhan memata-matai kepentingan Perancis pernah terungkap di masa lalu.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price membantah tuduhan penyadapan ini. AS menyatakan tidak akan pernah menyadap pembicaraan Hollande. Meski demikian, pernyataan ini tidak menyangkal mata-mata yang telah terjadi di masa lalu.

Claude Gueant, mantan kepala staf Sarkozy yang menjadi salah satu target NSA dalam laporan WikiLeaks menyatakan kepada radio RTL, “Mengingat hubungan kita yang sangat dekat dengan Amerika Serikat, mengingat fakta bahwa kita adalah sekutu yang sangat setia, saya merasa seperti dikhianati.”

Seperti diberikan dalam situs wikiLeaks menyebutkan bahwa lembaga Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melakukan penyadapan terhadap tiga presiden Prancis yaitu Presiden Jacques Chirac (1995-2007), kemudian penggantinya Presiden Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan penerusnya, Presiden Francois Hollande (2012-sekarang).
Selain tiga presiden, yang juga disadap adalah anggota parlemen dan duta besar Perancis untuk Amerika.

Baca Juga

Emas Antam Naik, Pagi Ini Dijual Rp 627.598/Gram

Jakarta – Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ...