Home / Berita / Presiden PKS Sohibul Imam: dari Akademisi ke Politisi

Presiden PKS Sohibul Imam: dari Akademisi ke Politisi

Presiden PKS Muhammad Sohibul Imam
Presiden PKS Muhammad Sohibul Imam

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menetapkan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS masa bakti 2015-2020 menggantikan Anis Matta dalam Musyawarah Ke-I Majelis Syuro PKS di salah satu hotel di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin. Musyawarah Ke-I Majelis Syuro PKS juga menetapkan Salim Segaf Aljufri menjadi Ketua Majelis Syuro PKS yang baru.

Musyawarah ke-I Majelis Syuro PKS ini dihadiri seluruh oleh anggota majelis syuro terpilih dari 34 provinsi seluruh Indonesia, dengan jumlah sekitar 69 orang. Musyawarah itu juga menetapkan  mantan presiden PKS Anis Matta untuk  memimpin Badan Kerjasama Internasional PKS.

“Posisi atau jabatan apa pun yang penting adalah memberikan manfaat yang lainnya. Niat kita mengemban amanah ialah untuk membesarkan partai dan memajukan bangsa,” ujar Anis. “Saya siap memberikan segala kemampuan saya untuk partai ini dan bangsa ini.”

Berikut susunan pengurus inti dan anggota Dewan Pimpinan Tingkat Pusat DPP PKS yang diputuskan dalam Musyawarah Ke-I Majelis Syoro PKS.

  1. Ketua Majelis Syuro PKS; Salim Segaf Aljufri
  2. Wakil Ketua Majelis Syuro; Hidayat Nurwahid
  3. Ketua Majelis Pertimbangan Pusat; Suharna Surapranata
  4. Ketua Dewan Syariah; Surahman Hidayat
  5. Presiden DPP PKS: Sohibul Iman
  6. Sekjen DPP PKS Taufik Ridlo
  7. Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman
  8. Sekretaris Majelis Syuro Untung Wahono

Sohibul Iman sendiri bukanlah wajah baru di PKS.  Latar belakangnya sebenarnya lebih condong ke dunia akademik ketimbang dunia politik. Pria kelahiran 1965 itu menyelesaikan studi S1 hingga S3 di Jepang pada Waseda University (1992), Takushoku University (1994), dan Japan Advanced Institute of Science and Technology (2004) yang semuanya mengambil jurusan teknik.

PKS

Sebelum meraih gelar doktor, Sohibul sempat menjadi peneliti di BPPT tahun 1998. Sebelumnya dia menjadi konsultan hak paten di Amroos Law Consultant pada 1996 – 1998.

Selain itu Sohibul juga merupakan mantan rektor Universitas Paramadina, Jakarta yang menjabat pada 2005 – 2007. Pria asal Tasikmalaya tersebut pun aktif hingga kini di Yayasan Pendidikan Nurul Fikri sebagai Dewan Pembina.

Sohibul menapakan karir di dunia politik pertama kali pada tahun 2009 dengan menjadi anggota legislatif. Debut pertamanya itu langsung membuat dirinya langsung dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XI yang membidangi Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan.

Lalu tahun 2010 dia kemudian menjadi anggota Komisi VII, kemudian tahun berikutnya di Komisi VI hingga tahun 2012. Atas pengalamannya itu dirinya kemudian menggantikan Anis Matta sebagai Wakil Ketua DPR tahun 2013 hingga periode berakhir. Ketika itu Anis Matta mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena mengemban tugas sebagai Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq.

Pada saat reformasi bergolak tahun 1998, Sohibul bergabung dengan PK (Partai Keadilan) dan diamanahi sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH DPP PK. Selanjutnya sejak tahun 2005 hingga 2010 diamanahi sebagai Ketua DPP PKS bidang Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi).

Selanjutnya Sohibul merupakan anggota Majelis Syuro PKS untuk periode 2005-2010 dan 2010-2015. Di saat yang sama tahun 2010 – 2015 dirinya menjabat sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS.

Sementara Salim Segaf dipercaya sebagai Ketua Majelis Syuro yang baru karena tiga hal. “Keulamaan, senioritas, dan kapasitasnya,” ujar Mardani.

Salim Segaf Aljufrie
Salim Segaf Aljufrie

Turut mendampingi Sohibul adalah  Salim Segaf  yang menjabat sebagai ketua Majelis Syuro PKS. Slaim adalah cucu ulama besar Palu, Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie,  yang sebelumnya pernah menjabat Menteri Sosial periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya ia menjabat sebagai Duta Besar RI utnuk Arab Saudi dan Oman.

Tugas Salim Segaf ke depannya adalah memimpin Majelis Syuro PKS sebagai forum pengambilan tertinggi partai plus Ketua Dewan Pimpinan Pusat yang terdiri dari Presiden, Sekretaris Jenderal, Bendahara, Ketua Dewan Syariah Partai, Ketua Majelis Pertimbangan Partai, dan Sekretaris Majelis Syuro PKS. – Ant/tri

 

Baca Juga

Jika Gunung Agung Erupsi, Bandara Blimbingsari Akan Ditutup

Banyuwangi – Aktivitas vulkanik Gunung Agung yang saat ini berstatus Awas bisa juga mengganggu penerbangan ...