Home / Berita / Nasional / Presiden SBY Pastikan Harga BBM Jadi Naik

Presiden SBY Pastikan Harga BBM Jadi Naik

Presiden SBY Pastikan Harga BBM Jadi Naik
Ilustrasi (merantionline.com)

Presiden SBY Pastikan Harga BBM Jadi Naik – Meski dinilai kontraproduktif dan menimbulkan perpecahan dalam koalisi yang dipimpinnya, presiden SBY memastikan bahwa harga BBM jadi naik dalam wkatu dekat ini. Kenaikan harga BBM memang menjadi polemik akhir-akhir ini, selain menimbulkan kegundahan di masayarakat rencana kenaikan ini juga menimbukan perpecahan di kubu koalisi. Adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS sebagai satu-satunya partai koalisi yang menolak rencana kenaikan BBM ini. Bahkan mereka telah melancarkan aksi pada Rabu kemarin (12/06/2013) di Bundaran Hotel Indonesia. Aksi penolakan kenaikan BBM ini yang dilakukan PKS semakin meperjeas bahwa kepastian kenaikan BBM yang disampaikan oleh SBY sudah memecah koalisi dan mengancam dikeluarkannya PKS oleh satgab. Dan meski terkesan kontraproduktif dan menurunkan elektabilitas Demokrat dalam pemiu tahun depan, SBY tetap memastikan bahwa harga BBM akan tetap naik sebentar lagi.

Saat ditemui wartawan di Jakarta Rabu malam kemarin, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Suswoutomo membenarkan pernyataan SBY bahwa harga BBM pati akan naik sebentar lagi. Menurutnya rencana kenaikan harga BBM ini hanya tinggal menunggu waktu saja dan pasti akan segera terwujud. Wamen juga mengatakan bahwa segala sesuatunya sudah fixs dan siap, tinggal menunggu rapat DPR sekitar tanggal 17 Juni nanti guna menyetujui rencana ini dan pengumuman remi dari Presiden. Susilo Suswoutomo jug amnegatakan bahwa kabinet sedang melaksanakan rapat yang akan menetukan kebijakan apa yang hendak dambil menyusul kenaikan harga BBM ini. Wamen pun menjanjikan tak akan membuat masyarakat merasa terugikan meski nantinya harga BBM jadi naik. Dalam rapat yang diseenggerakannya kemari, presiden SBY menyatakan dan memastikan bahwa kenaikan harga BBM tinggal menunggu waktu saj. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menekan defisit RAPBN. Presiden juga menambahkan bahwa subsidi yang terlalu besar akan memperburuk kondisi ekonomi, dan salah satu jalan untuk mengatasinya adalah menaikan harga BBM.

”Dalam RAPBN-P (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) ini, subsidi yang jumlahnya besar dan akan memperburuk perekonomian akan kita kurangi. Konsekuensinya adalah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Kita juga menghemat belanja kementerian dan lembaga,” pungkas Presiden SBY saat menutup rapat dewan kabinet di istana presiden Rabu malam kemarin.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...