Home / Berita / Nasional / Prestasi Tito Karnavian, Lumpuhkan Dr Azahari & Noordin M Top

Prestasi Tito Karnavian, Lumpuhkan Dr Azahari & Noordin M Top

Teror kelompok Dr Azahari dan Noordin M Top, akhirnya berakhir di bawah komando Tito Karnavian.

Prestasi Tito Karnavian, Penangkap Teroris Azahari dan Noordin M Top

Seperti yang diketahui jika Presiden Joko Widodo mengajukan nama Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Surat pengajuan Tito menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun telah diterima DPR.

Tito saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Dia dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPT pada 16 Maret 2016 menggantikan Komjen Saud Usman Nasution yang pensiun.

Tito tidak asing dengan pemberantasan dan penanggulangan terorisme. Pasalnya selama menjadi anggota kepolisian, Tito memang sempat malang melintang di bidang pemberantasan terorisme. Salahnya satunya menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Saat menjadi Kepala Densus 88, ia juga sempat terjun langsung dalam operasi pemberantasan terorisme di Poso Sulawesi Tengah. Sebelum menjadi Kepala BNPT, Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 12 Juni 2015 hingga 16 Maret 2016.

Penunjukan Tito menjadi Kapolda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1242/VI/2015 yang dipublikasikan Jumat 5 Juni 2015. Tito juga menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran  pada periode 16 Juli 2014-12 Juni 2015.

Lulusan terbaik Akademi Polisi 1987 itu juga pernah menjabat sebagai Kapolda Papua pada 21 September 2012 hingga 16 Juli 2014. Selama berkarier di Densus 88 Antiteror Polri, Tito melumpuhkan teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu Malang Jawa Timur, 9 November 2005.

Ia turut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Komisaris Besar. Dia juga termasuk perwira yang bergabung dalam tim penumpasan jaringan terorisme pimpinan Noordin Mohammad Top tahun 2009.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...