Home / Berita / Nasional / Program “Wanita Indonesia Hebat” diluncurkan Menteri Yohana

Program “Wanita Indonesia Hebat” diluncurkan Menteri Yohana

640_langkah_nyata_menteri_yohana_untuk_keluarga_di_bandung_top2

Hari Rabu (17/6) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise meluncurkan program “Wanita Indonesia Hebat” di Ambon.

Menurut Menteri Yohana,”Program ini dikhususkan untuk mendidik tenaga kerja perempuan yang trampil, terdidik dan berkualitas, dan Maluku ditetapkan sebagai pilot project dari program ini.”

Untuk tahap pertama, program dilakukan di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Yohana sengaja memilih Maluku meski tidak termasuk dalam wilayah perekrutan atau kantong tenaga kerja Indonesia (TKI), tetapi dipilih dan dijadikan proyek percontohan karena dinilai lebih siap dari provinsi lainnya, terutama dalam melatih dan mempersiapkan tenaga kerja perempuan.

“Maluku memang bukan kantong TKI, tetapi dinilai sangat siap dalam menyiapkan tenaga kerja perempuan terdidik dan berkualitas dibanding daerah lainnya,” ungkapnya.

Program Wanita Indonesia Hebat sendiri digagas Kementerian PPA bekerja sama dengan yayasan Taher Foundation.

Peluncuran program tersebut, menurut menteri, sebagai salah satu peluang bagi kaum perempuan, dengan sasaran bukan untuk menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri.

“Jadi program ini bukan untuk menyiapkan kaum perempuan terdidik yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri, tetapi dipersiapkan bekerja sebagai pengasuh anak, pramuniaga, kasir, tenaga teknologi informasi (IT), pemasaran atau perawat rumah sakit yang khusus untuk merawat orang tua jompo,” jelas Yohana.

Saat ini, sambung Menteri Yohana, tercatat ada lima negara yang telah mengajukan permintaan tenaga kerja perempuan terdidik asal Indonesia yakni Singapura, Korea, Malaysia, India dan Australia.

Program Wanita Indonesia Hebat yang digagas kementerian PPA, diharapkan mampu menjawab dan memenuhi permintaan tenaga kerja perempuan asal Indonesia ke luar negeri, sekaligus menjadi solusi terhadap keputusan pemerintah Indonesia menghentikan pengiriman TKI untuk menjadi pembantu rumah tangga disejumlah negara.

Melalui program tersebut itu, Menteri Yohana juga berharap berbagai kasus yang menimpa para TKI di luar negeri yang mencoreng nama dan wibawa bangsa Indonesia tidak terulang lagi.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...