Home / Berita / Ibu Kota / Pulang dari Belanda, Ini “Oleh-Oleh” yang dibawa Ahok

Pulang dari Belanda, Ini “Oleh-Oleh” yang dibawa Ahok

ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Belanda bukan hanya sekadar berkunjung dan belajar soal penataan air.

Ahok mengakui kalau dirinya membawa “oleh-oleh” dari Rotterdam, Belanda.

Apa saja oleh-oleh itu?

Diakui olehnya, ia telah menandatangani nota kerjasama (MoU) dengan pemerintah Belanda untuk membantu pembangunan reklamasi pulau di Utara Jakarta.

“Kami langsung ada MoU, kami ingin 17 pulau itu mereka bantu kita untuk tanganin. Yang ingin segera kita terapkan adalah membangun pulau O, P, dan Q sudah dianalisa, jadi (pulau) O,P, dan Q kita jadikan pusat logistik pelabuhan,” tutur Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (25/09).

Untuk menjadikan pusat logistik, kata Ahok, tidak akan cukup bila hanya melibatkan tiga pulau.

Untuk itu, dirinya mengaku sudah mendesak Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino agar menyetujui sebagian lahan di pulau reklamasinya dijadikan pusat logistik. Bukan itu saja, Ahok juga mengaku akan mencolek Dirut Pelindo III, Djarwo Surjanto agar pelabuhan pusat logistik di Indonesia menjadi yang paling besar di Asia.

“Kenapa kita ajak Pelindo III, karena sama, selain ada Rotterdam Port, ada juga Amsterdam Port, yang tentu mereka menghadapi persoalan yang sama. Misalnya itu Sungai Rhein, dia dari Swiss hulunya, nah dia lebih repot, dia mesti kerjasama antara Swiss, Perancis, Jerman, Belanda, supaya tidak terjadi pencemaran di laut. Nah kita kan masih lebih gampang, kita urusannya hanya Jawa Barat, Banten,” jelas Ahok.

Diceritakan olehnya, ketika menjelaskan, kondisi Indonesia, para insinyur di Rotterdam, Belanda sangat paham bagaimana masalah yang dihadapi Jakarta. Sehinga dengan begitu dia mengklaim tidak ada salahnya Pemprov DKI menggandeng Belanda untuk mereklamasi pulau di Utara Jakarta.

“Saya dalam hati, dia kayaknya lebih tahu daripada kita. Ya wajar 360 tahun yang lalu dia udah membangun Batavia, membuat saluran persis kaya kita konsepnya. Bahkan dia tahun 63-65 semua kanal-kanal belanda itu mirip-mirip kita, lumpur jorok,” jelas Ahok.

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...