Home / Berita / Regional / Puluhan Rumah Dibibir Pantai Rembang Hancur

Puluhan Rumah Dibibir Pantai Rembang Hancur

Rumah hancur diterjang ombak pantai (Foto.Heru Chris)
Rumah hancur diterjang ombak pantai (AP/Heru Chris)
Aktual Post – Belasan sampai puluhan rumah warga bibir pantai Kabupaten Rembang, hancur diterjang ombak ganas. Abrasi laut ini sudah terjadi sejak tahun 1950. Dan kian parah karena kawasan ‘green belt’ punah sejak tahun 1970-an silam.

Kawasan pantai Laut Jawa-Utara di Kabupaten Rembang, terbentang sejak Kaliori (berbatasan Kabupaten Pati), sampai Sarang (berbatasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur), sepanjang lebih 100 Km.

Kata Bakri, 48 tahun, nelayan bermukim di Bonang, Lasem, Rembang, sejak 30 tahun ini saat dia masih remaja dan mulai melaut ; Perilaku ombak laut disepanjang pantai Rembang, berubah ganas dibanding semasa dirinya masih kanak-kanak.

Dimusim Angin-Barat terutama (akhir-awal tahun), ketinggian ombak laut bisa mencapai dua sampai tiga meter. Sedangkan kecepatan angin dilautan, menderu diantara 20 sampai 30 knot. Keganasan laut seperti itu, membuat semua nelayan Rembang mengurungkan melaut.

Dampak ganasnya ombak, bangunan rumah sepanjang bibir pantai, banyak yang hancur akibat dihantam air laut tersebut. Bangunan-bangunan rumah dengan konstruksi beton bertulang pun ikut tumbang, remuk dan porak peranda.

Humas Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah di Semarang menginformasikan, perlilaku lautan yang dirasakan lebih ganas itu, akibat rusaknya kawasan Hutan Bakau (Mangrove) yang seharusnya menjadi sabuk hijau (Green Belt) disepanjang pantai.

Pemerintah penjajah Belanda, memahami sifat-sifat abrasi Laut Jawa-Utara, yang agresif mengikis pantai/daratan. Lalu dibuat Green Belt, yaitu Kawasan Hutan Bakau, sejak pantai Pemanukan Jawa Barat, Brebes-Rembang Jawa Tengah sampai Gresik Jawa Timur.

Dengan Green Belt, abrasi ombak laut bisa diredam. Daratan tak terkikis dan bangunan sepanjang bibir pantai utuh. Namun sejak tahun 1980, terjadi pemusnahan massal Kawasan Hutan Bakau dengan berbagai alasan. Terutama untuk industri pertambakan pantai.

Dampak lanjutannya seperti tampak kini. Banyak bangunan tepi pantai hancur. Daratan tergerus setiap waktu. Sebab hempasan ombak, tak ada peredamnya, setelah Green Belt sebagai sabuk pengaman musnah, tambah Humas Perhutani Unit I Jawa Tengah. (GP/HC)

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...