Home / Bisnis / Bedah Bank / Rating Bank Muamalat Paling Buncit Dikelompok BUKU 2

Rating Bank Muamalat Paling Buncit Dikelompok BUKU 2

Aktual Post-Bank Muamalat mengalami penurunan predikat semula Sangat Bagus menjadi Cukup Bagus dengan nilai 59,99 untuk kinerja keuangan tahun 2014. Rating yang dilakukan oleh majalah Infobank menempatkan Bank Muamalat pada urutan paling buncit dalam kelompok yang mempunyai modal inti Rp 1 triliun sampai dengan dibawah Rp 5 triliun masuk dalam katagori Buku 2 dan Asset Rp 25 triliun ke atas.

Jumlah asset Bank Muamalat yang berbasis syariah mencapai Rp 62,41 triliun mengalami pertumbuhan sebesar 16,17 %. Sedangkan modal intinya sebesar Rp 3,33 triliun mengalami pertumbuhan sebesar 3,13 %.

Penilaian yang dilakukan terhadap Peringkat Komposit Profil Manajemant Risisko dan Peringkat Komposit GCG menempati urutan 3 dengan nilai masing-masing 15,10.

Penilaian terhadap permodalan Bank Muamalat hanya mendapat nilai 6,89 terdiri dari nilai CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 14,15 masih terjaga dengan baik dengan nilai 6,11 dan pertumbuhan modal ini hanya sebesar 3,13 % mendapat nilai 0,78 saja.

Penilaian terhadap kualitas asset sebesar 4,04 yang disebabkan oleh tingginya nilai NPF (Non Performing Financing) mencapai 6,43 % maka nilai yang diperoleh adalah 3,18. Pertumbuhan kredit yang diberikan hanya 3,11 % sehingga hanya mendapat nilai 0,86.

Rentabilitas hanya mendapat nilai 1,77 karena pertumbuhan laba tahun berjalan minus 65,38 % sehingga tidak mendapat nilai. Return on Asset hanya sebesar 0,17 % dan mendapat nilai 0,69 sedangkan Return on Equity sebesar 2,13 % nilainya Cuma 1,08.

Disis lain berupa penilaian likuiditas mendapat nilai baik yaitu 11,70 karena FDR (Financing to Deposit Ratio) mencapai 84,14 % dan mendapat nilai maksimal 7,50. Pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 18,82 % mendapat nilai maksimal 2,50. Sedangkan perbandingan dana murah dengan total dana pihak ketiga sebesar 38,57 % dan mendapat nilai 1,70.

Penilaian efisiensi mendapat nilai 5,39, terdiri dari penilaian BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mencapai 97,33 % dengan nilai 2,03, tingginya persentase BOPO menandakan tingkat efisiensi yang rendah. Demikian halnya dengan NIM (Net Interest Margin) hanya sebesar 3,36 % yang mendapatkan nilai 3,36.

Bank Muamalat seharusnya dapat mempertahankan kinerja keuangannya jika ratio NPFnya dapat diturunkan sehingga perolehan labanya akan meningkat. Selain itu meningkatkan NIM sehingga meningkatkan pula pendapatan yang berujung peningkatan laba yang diperoleh.

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...